Dinilai Aji Mumpung, Mertua Jadi Presiden Bobby Maju Jadi Calon Walikota Medan

Harian Terbit/Safari
Dinilai Aji Mumpung, Mertua Jadi Presiden Bobby Maju Jadi Calon Walikota Medan

Majunya Muhammad Bobby Afif Nasution, menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai bakal calon Wali Kota Medan, Sumatera Utara dipertanyakan banyak pihak. Tidak heran ada yang menyebut Bobby menerapkan aji mumpung. Apalagi Bobby juga dinilai masih hijau di dunia politik.

"Pasti opini publik kearah sana (dinasti politik) atau karena aji mumpung," ujar Ketua Umum Badan Relawan Nusantara (BRN) Edysa Girsang kepada Harian Terbit, Rabu (5/12/2019).

Edysa menilai Bobby menerapkan aji mumpung untuk menjadi Calon Walikota (Cawalkot) Medan karena publik juga bisa mengetahui bahwa tidak ada rekam jejak atau track record terhadap Bobby. Selain itu sudah berapa lama Bobby terjun dan peduli serta terlibat dalam dunia politik. Sejauh mana pula Bobby peduli dengan kehidupan dialami rakyat.

Edysa mengakui memang tidak ada aturan dan undang-undang yang melarang bagi anak atau mantu presiden maju dalam pilkada. Tapi secara etis publik pasti akan melihat negatif majunya Bobby sebagai Cawalkot Medan. Karena kekuasaan yang dimiliki mertuanya maka Jokowi pasti akan ikut terlibat untuk membantu proses pemenangannya.

"Jadi etisnya tunggu bapak mertuanya (Jokowi) selesai menjabat sebagai Presiden," paparnya.

Oleh karena itu Edysa menyarankan agar partai politik untuk memprioritaskan para kader yang mumpuni untuk urus daerah. Bukan malah angkat mereka yang dari keluarga kekuasaan semata seperti anak atau mantu dari presiden. Apalagi masih banyak anak bangsa yang mumpuni dan potensial untuk membangun daerahnya.

Tidak Dilarang

Sementara itu, pengamat politik dari Lembaga Kajian dan Analisa Sosial (LeKAS) Karnali Faisal juga mengatakan, tidak ada larangan bagi siapapun warga negara Indonesia untuk dicalonkan dan mencalonkan diri dalam perhelatan pilkada maupun jabatan lainnya. Tentu saja sepanjang mereka memenuhi syarat dan peraturan yang berlaku.

"Hanya saja, bagi mereka yang saat ini menjadi bagian dari keluarga penguasa, sebaiknya menahan diri," ujarnya.

Karnali menyebut, Indonesia mempunyai sejarah yang kurang bagus tentang keluarga penguasa yang menjadi pejabat publik. Gerakan reformasi yang dipelopori mahasiswa tahun 1998 pada dasarnya bentuk kritik terhadap 3 persoalan bangsa saat itu yaitu korupsi, kolusi dan nepotisme. Oleh karena itu ada saatnya keluarga dari penguasa berkiprah dijabatan-jabatan politik yakni pasca pergantian kekuasaan melalui pilpres/pilkada. 

"Itu bisa dimulai dari aktif di partai politik sampai tiba waktu yang tepat. Ini juga menjadi pembelajaran bagi partai politik untuk melakukan regenerasi," jelasnya.

Karnali menuturkan, majunya Bobby, mantu Jokowi sebagai Cawalkot Medan tidak saja karena pengaruh kekuasaan mertuanya. Karena tidak hanya anak penguasa, yang lain pun bisa asalkan memiliki modal dan jaringan. Hanya memang anak penguasa lebih memiliki akses. Karena itulah akan lebih baik jika pertarungan memperebutkan jabatan politik tanpa melibatkan akses kekuasaan

"Setiap orang yang mau mencalonkan diri tentunya punya kapasitas. Kita anggap saja (majunya mantu Jokowi) karena ingin memberi kontribusi bagi pembangunan bangsa," jelasnya.

Diketahu saat ini Bobby telah mendaftar ke Kantor DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara (Sumut) di Jalan Jamin Ginting, Medan untuk maju sebagai Cawalkot Medan. Saat mendaftar Bobby datang ditemani oleh pamannya, Erwan Nasution. PDI Perjuangan merupakan partai yang pertama didatangi suami Kahiyang Ayu itu. Dia sudah mengembalikan formulir.

"PDIP ini menjadi partai pertama yang saya daftar," katanya, Selasa (3/12/2019).

Saat ditanya kenapa baru mendaftarkan diri, Bobby menyatakan, sebelum mendaftar, dia mempersiapkan diri terlebih dahulu. Bobby melewatkan proses pendaftaran di DPC PDIP Medan. "Untuk memastikan kita maju perlu persiapan. Mulai dari persiapan diri sendiri, melihat kemampuan diri sendiri sampai kita melihat permasalahan di Kota Medan," bebernya.

Persiapan dilakukannya karena dirinya merasa sama sekali belum mempunyai pengalaman dalam berpolitik. Dia juga menyatakan mertuanya, atau Jokowi, tidak mempermasalahkan dirinya maju sebagai bakal calon Wali Kota Medan.

#Presiden   #jokowi   #menantu   #bobby   #pilkada