Majelis Nurul Musthofa Sesalkan Penghinaan kepada Nabi Muhammad SAW

Anugrah
Majelis Nurul Musthofa Sesalkan Penghinaan kepada Nabi Muhammad SAW
Pembina Majelis Nurul Musthofa, Habib Hasan Bin Ja’far Assegaf

Jakarta, HanTer - Ahmad Muwafiq alias Gus Muwafiq tengah tersandung kasus lantaran ceramahnya dianggap menghina Nabi Muhammad SAW. Kasus ini juga mendapat sorotan Habib Hasan Bin Ja’far Assegaf selaku Pembina Majelis Nurul Musthofa.

Meski sudah minta maaf atas ucapannya lewat sebuah video yang diunggah di media sosial. Habib  Hasan menyesalkan ceramah Gus Muwafiq ini.

"Dengan senang hati, saya banyak diingatkan oleh kaum muslimin dan warga bangsa Indonesia yang begitu cinta Rasulullah. Saya sangat mencintai Rasulullah, siapa kaum muslimin yang tidak ingin Rasulullah?" ujar Habib Hasan dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (4/12/2019).

Pangkal polemik ini adalah ketika Gus Muwafiq dalam salah satu tausiyahnya di Purwodadi mengisahkan tentang hidup Nabi Muhammad yang lahir di kamp pengungsian. Nabi Muhammad SAW dirawat oleh kakeknya, Abdul Muthalib. Sebagai seorang anak yang diasuh kakek dan tanpa kedua orang tua, Gus Muwafiq menyebut Nabi Muhammad tidak terurus dengan baik.

Muwafiq dalam ceramahnya juga menyebut Nabi saat kecil “Rembesan” kata itu berarti dekil jika diartikan dalam bahasa Indonesia karena ikut kakeknya. Pernyataan inilah yang kemudian dianggap menghina Nabi Muhammad SAW. Muwafiq sendiri menilai ceritanya itu adalah bentuk improvisasi untuk menjelaskan ke kaum milenial.

Video ceramah yang didominasi dalam bahasa Jawa tersebut viral, dan berujung kecaman dari sejumlah kalangan.

Merujuk kasus tersebut, Habib Hasan menghimbau kepada seluruh umat Islam untuk bergurulah kepada guru yang silsilah dan sanadnya jelas.

''Jangan berguru kepada orang yang menghina Nabi Muhammad SAW dan bertobatlah kepada siapapun mereka yang menghina Nabi Muhammad SAW sebelum ajal menjemput. Umat Islam wajib membela dan memuliakan Nabi Muhammad SAW," pungkasnya.