Kecewa dengan Web Resmi MA, BANI Mampang Berencana Ajukan Permohonan PK 

romi
Kecewa dengan Web Resmi MA, BANI Mampang Berencana Ajukan Permohonan PK 
BANI Mampang/ rom

Jakarta, HanTer - Tak terima dengan pengumuman Mahkamah Agung (MA) dalam laman website resminya yang menyatakan menolak kasasi atas perkara perdata Nomor 674/Pdt.G/2016/PN Jkt.Sel, pihak Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) Mampang, lewat Husseyn Umar selaku Ketua Umum akhirnya angkat bicara.

“Bahwa sampai saat ini belum ada pemberitahuan secara resmi dari Pengadilan Negeri Jakarta Selatan atas Putusan Mahkamah Agung di atas. Bahwa sesuai Hukum Acara Perdata pemberitahuan secara resmi atas putusan Mahkamah Agung tersebut dilakukan oleh Pengadilan Negeri tingkat pertama yang memutus perkara, dalam hal ini Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang sampai saat ini belum mengeluarkan pemberitahuan secara resmi atas Putusan tersebut,” katanya, di kantor BANI Mampang di Jakarta, Senin (2/12/2019). 

Dikatakan Husseyn, maka BANI akan mengajukan permohonan Peninjauan Kembali (PK) terhadap putusan Mahkamah Agung tersebut. Mengingat pada Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor: 10 Tahun 2009  tersebut pada intinya menyatakan bahwa apabila ada putusan-putusan  pengadilan yang saling bertentangan tentang objek yang sama, maka bila salah satu pihak yang berperkara dalam putusan pengadilan tersebut mengajukan permohonan Peninjauan Kembali.

“Maka berkasnya akan dikirimkan ke Mahkamah Agung,” ungkapnya.

Husseyn menambahkan bahwa Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) yang sekarang ini beralamat di Gedung Wahana Graha , Jl. Mampang Prapatan No. 2, Jakarta Selatan, didirikan oleh Kamar Dagang Dan Industri (KADIN) Indonesia berdasarkan Surat Keputusan KADIN Indonesia Nomor : SKEP/152/DPH/1977 tanggal 30 Nopember 1977 tentang Pendirian BANI oleh KADIN Indonesia.

“Bukan didirikan oleh orang-orang pribadi atau pengurus BANI pada periode awal, seperti yang tercantum dalam putusan PN Jakarta Selatan Nomor 674/Pdt.G/2016/PN Jkt.Sel. tanggal 22 Agustus 2017. Dalam pada itu, BANI  yang beralamat di Mampang Prapatan tersebut, bukan persekutuan perdata (maatschap) yang dapat diwariskan,” tambahnya. 
 

#BANI   #Ajukan   #PK