Ledakan di Monas, Komisi III Minta Polri Lakukan Evaluasi Senjata dan Peledak

Danial
Ledakan di Monas, Komisi III Minta Polri Lakukan Evaluasi Senjata dan Peledak
Ketua Komisi III DPR RI, Herman Herry

Jakarta, HanTer -Ledakan senjata yang diduga jenis granat milik Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di area Monumen Nasional (Monas), mengakibatkan anggota TNI terluka.

Masalah ini menyita perhatian publik, pasca foto-foto dan video korban beredar luas di media sosial, bahkan menjadi viral di berbagai grup wartawan, Polri dinstruksikan untuk melakukan evaluasi Standard Operating Procedure (SOP) senjata dan bahan peledak.

“Peristiwa ledakan di kawasan Monas begitu mengejutkan dan aya prihatin. Saya instruksikan pihak Polri, khususnya Polda Metro Jaya untuk melakukan evaluasi terhadap SOP penggunaan senjata dan alat peledak yang dimilikinya mengingat ledakan ini sudah dikonfirmasi berasal dari granat asap milik aparat,” kata Ketua Komisi III DPR RI, Herman Herry kepada wartawan di Jakarta, Selasa (3/12/19).

Tragedi ledakan yang menyebabkan dua personel TNI, yakni Serka Fajar dan Praka Gunawan mengalami luka serius, Herman pun menyampaikan simpati dan berharap keduanya mendapat perawatan intensif agar segera membaik dan kembali pulih.

“Saya instruksikan kepada Polda Metro Jaya untuk melakukan penyelidikan menyeluruh terkait ledakan granat asap tersebut. Publik butuh penjelasan lengkap, termasuk asal-muasal granat asap yang meledak di Monas pagi ini,” bebernya.

Politisi PDI Perjuangan ini menyerukan kepada warga DKI Jakarta untuk tidak khawatir, terutama mengingat area Monas merupakan kawasan yang kerap dipakai untuk beragam aktivitas, terutama berolahraga.

“Saya terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk memastikan suasana Ibu Kota maupun daerah-daerah lain di Indonesia tetap aman,” pungkas Herman.