Diumumkan di Rakernas Kejaksaan; Dua Oknum Jaksa Tersengat Tim Saber Pungli

zamzam
Diumumkan di Rakernas Kejaksaan; Dua Oknum Jaksa Tersengat Tim Saber Pungli

Jakarta, HanTer - Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin menegaskan bakal membersihkan institusi Adhiyaksa dari jaksa korup.

Pada Rapat Kerja Nasional Kejaksaan Republik Indonesia (Rakernas) 2019, yang digelar di di Hotel Yasmin, Cipanas, Jawa Barat, Selasa (3/12/2019), Burhanuddin mengumumkan dua orang oknum jaksa dan satu orang pihak swasta ditangkap dan diamankan oleh tim saber pungli Kejaksaan sehari sebelum penyelenggaraan Rakernas.

"Tim Pengawasan Melekat dan Pengamanan Sumber Daya Organisasi (PAM-SDO) Kejaksaan Agung pada Senin, 2 Desember 2019, mengamankan dua orang oknum Jaksa dan 1 orang swasta, yang diduga melakukan pemerasan terhadap saksi dalam perkara korupsi di Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta," ujarnya.

Kedua oknum jaksa yang ditangkap secara internal itu masing-masing menjbatan sebagai Kepala Seksi (kasi) dan Kepala Sub Seksi (Kasubsi) di Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.
“Karena diduga melakukan pemerasan terhadap seseorang berinisial MY, yang kapasitasnya sebagai saksi dalam perkara Tindak Pidana Korupsi di Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta (Kajati DKI) Warih Sadono, dirinya mengelak ada penangkapan terhadap dua jaksa di DKI.  

“Enggak. Enggak ada,” katanya.

Ketika dikonfirmasi pernyataan terkait dua jaksa yang ditangkap, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Kajati DKI Jakarta Warih Sadono mengiyakan.

“Oh, iya, kalau soal PAM SDO. Saya lagi cari info detail permasalahannya,” ujar Warih.


Ditangkap Saber Pungli

Terpisah Kapuspenkum Mukri membenarkan adanya penangkapan terhadap dua oknum jaksa.

Penangkapan itu dilakukan oleh Tim Saber Pungli bersama Tim Intelijen Kejaksaan Agung. Mukri menuturkan, Tim Gabungan dari Jaksa Agung Muda Pengawasan (Tim Saber Pungli) dan Tim Jaksa Agung Muda Intelijen, pada Senin (2/12/2019) pukul 14.50 WIB, mengamankan 3 orang, yang terdiri dari satu orang swasta dan dua oknum jaksa.

Dua oknum jaksa yang diamankan itu adalah YRM, menjabat sebagai Kasi Penyidikan pada Aspidsus Kejati DKI, dan FYP menjabat sebagai Kasubsi Tipikor dan TPPU pada Aspidsus Kejati DKI.

“Sedangkan pihak swasta yang menjadi perantara dalam pemerasan ini adalah Cecep Hidayat,” ujar Mukri disela  Rakernas Kejaksaan di Cipanas, (3/12/2019).

Mukri menegaskan, mereka diduga telah melakukan pemerasan terhadap mantan manajer PT Dok dan Perkapalan Koja Bahari (Persero) M Yusuf selaku pelapor mengaku telah menyerahkan uang sejumlah Rp 1 miliar.

Permintaan uang oleh FYP terkait dengan kasus dugaan penyimpangan dalam pengelolaan keuangan PT.Dok dan perkapalan Koja Bahari (Persero) tahun 2012-2017 yang sedang ditangani Pidsus Kejati DKI. M. Yusuf adalah salah seorang saksi dalam kasus tersebut.

Setelah Cecep ditangkap, tim gabungan pun langsung bergerak cepat menangkap FYP dan YRM.

“Saat ini ketiganya sudah diamankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Mukri.

Para pemeras itu dilakukan pemeriksaan secara intensif oleh Bidang Pengawasan.
“Apabila nantinya diketemukan indikasi tindak pidana, maka akan diserahkan dan ditindaklanjuti oleh bidang Pidsus Kejaksaan Agung,” ujanya. Zamzam

#Dua   #Oknum   #jaksa   #Tersengat   #Tim   #Saber   #Kejaksaan