Ada Peserta Naik Sepeda dari Kalimantan, Reuni PA 212 Dapat Dukungan Dari 202 Negara

Safari/Alee
Ada Peserta Naik Sepeda dari Kalimantan, Reuni PA 212 Dapat Dukungan Dari 202 Negara

Jakarta, HanTer - Hajatan Reuni Akbar Persaudaraan Alumni (PA) 212 yang akan dilaksanakan 2 Desember 2019 di Silang Monas Jakarta, mendapat dukungan dari 202 negara. Dari dalam negeri, acara ini akan diikuti hampir dari seluruh Indonesia, antara lain Aceh, Riau, Medan,  Jawa Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, dan lainnya.

“Dari data yang masuk pada tim media center PA 212 bahwa acara reuni akbar ini didukung oleh 202 negara. Sementara pantauan tim  kami dari media center PA 212 yang saya ketuai, melaporkan hampir dari seluruh daerah di Indonesia bergerak,” kata Ketua Media Center PA 212, Novel Bamukmin kepada Harian Terbit, Jumat (29/11/2019).

Menurut Novel, yang menarik untuk tahun ini, ada peserta naik sepeda dari kalimantan dan saat ini sudah sampai di Jateng.

Saat ditanya berapa jumlah massa yang akan hadir di hajatan reuni PA 212, Novel belum bisa memberi kepastian. “Jumlah pastinya kita belum bisa pastikan.

“Namun kali ini kegiatan reuni akbar 212 jatuh pada hari Senin, hari kerja sehingga tidak bisa sebanyak reuni Akbar tahun lalu yang kurang lebih dihadiri  13 juta orang. Kita lihat saja nanti bersama sama semoga semua berjalan lancar, tertib, damai, aman dan bersih karena hajatan ini adalah ingin menjadi hari ukhuwah dunia,” kata Novel.

Bermunajat

Terpisah, Ketua Steering Committee Panitia Maulid Akbar dan Reuni Mujahid 212 Yusuf Muhammad Martak mengatakan, agenda reuni akbar ini dilakukan untuk bermunajat dan berdoa bersama untuk perlindungan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu Reuni 212 bukan sekadar ajang unjuk kekuatan dan gagah-gagahan.

"Reuni Mujahid 212 bukanlah sekadar ajang unjuk kekuatan dan bukan ajang gagah-gagahan. Kita berkumpul dalam satu momen dalam satu titik pertemuan, untuk bermunajad berdoa dengan iringan zikir kepada Allah SWT," ujar Yusuf Muhammad Martak di Sekretariat DPP Front Pembela Islam (FPI), Jakarta, Kamis (21/11/2019).

Yusuf mengungkapkan, Reuni 212 yang sudah berlangsung selama dua kali ini akan menghadirkan ceramah dari ulama yang masih menjaga keutuhan NKRI. Sehingga yang dilakukan tersebut untuk menjaga negeri ini agar selalu aman, damai, tentram dan sejahtera.

1 Juta Umat

Sekretaris Steering Committee Panitia Maulid Akbar dan Reuni Mujahid 212 Slamet Maarif mengatakan saat ini diperkirakan 1 juta umat akan menghadiri reuni tersebut. "Fix-nya nanti 3 hari sebelum reuni kita sudah memiliki data valid tentang berapa massa yang hadir. Sekarang yang akan hadir 1 juta umat," katanya.

Panitia belum dapat memastikan apakah peserta pada reuni pertama dan kedua akan menghadiri reuni ketika kali ini. Ribuan laskar gabungan juga telah dipersiapkan untuk mengamankan acara yang dimulai sejak dini hari tersebut."Kita harapkan tidak berbeda jauh dengan reuni pertama dan kedua," ujarnya. 

Akan Damai

Pengamat intelijen Ridlwan Habib mengatakan oknum atau kelompok yang ingin memanfaatkan momen Reuni 212 akan kesulitan karena kegiatan ini justru mendapatkan dukungan dari pemerintah.

"Reuni 212 Insya Allah akan damai dan bebas provokasi karena didukung oleh Pemerintahan Presiden Jokowi," kata Ridlwan Habib, di Jakarta, Kamis.

Ridlwan menjelaskan, dukungan dari Menkopolhukam dan Menteri Agama, sehingga Reuni 212 tidak punya alasan untuk melawan pemerintah. "Langkah Menag mendukung reuni strategi yang tepat, membuat situasi damai, menekan potensi ribut, terutama di medsos," kata Ridlwan.

Terpisah, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI yang juga Alumni 212 Fahira Idris mengungkapkan, Reuni 212 yang akan digelar kembali, Senin (2/12/2019) mendatang, adalah ajang untuk mengisi energi umat Islam agar terus berjuang menyebar kebaikan dan manfaat bagi Indonesia. Reuni 212 juga merupakan pengejawantahan wajah umat Islam yang damai dan tertib dalam menyampaikan aspirasi dan penuh toleransi terhadap perbedaan.

“Saat dan setelah 2 Desember 2016, banyak sekali nilai-nilai kebaikan yang tertanam dan diimplementasikan oleh umat Islam terutama para mujahid 212. Terbangun kasadaran bahwa umat harus berada di barisan terdepan untuk menjadikan NKRI penuh dengan kemaslahatan," ujar Fahira Idris di Komplek Parlemen, Senayan Jakarta, Kamis (28/11/2019).

Fahira menilai, Reuni 212 adalah pertemuan hati. Oleh karena itu dari aksi 212 melahirkan banyak sinergi dan kolaborasi umat dengan berbagai inisiatif pemberdayaan masyarakat. Apalagi sejak Aksi 212 pertama kali digelar dan kemudian tiap tahun Reuni 212 dilaksanakan selalu berlangsung damai, tertib, dan simpatik. Tidak ada sedikit pun fasilitas publik yang rusak dan sampah yang berserakan karena mereka yang hadir bergerak dengan hati dan keikhlasan untuk menjaga marwah agamanya.

“Kita saling menjaga dan saling mengingatkan bahwa spirit reuni ini sumbu nya adalah kebaikan bagi umat, bangsa, dan NKRI. Kita lanjutkan tradisi silaturahmi akbar yang damai, tertib, dan simpatik," tandasnya.