Inilah Beragam Inovasi Balitbang Kementerian PUPR yang Dirasakan Masyarakat

Safari
Inilah Beragam Inovasi Balitbang Kementerian PUPR yang Dirasakan Masyarakat

Jakarta, HanTer - Inovasi Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat terbilang banyak (Balitbang Kemen PUPR). Namun tak banyak masyarakat mengenal hasil kerjanya. Padahal ada di antara  inovasi balitbang PUPR langsung bisa dirasakan manfaatnya oleh rakyat. Apalagi tuntutan dari masyarakat juga sangat besar, sehingga Balitbang harus membuat terobosan-terobosan khusus

 

“Bagaimana membuat system agar infrastruktur bisa lebih cepat, murah, mutunya bagus. Seperti jalan tol, membuat terobosan untuk timbunan tanah, pengamanan lereng biar ngga longsor, portal busa untuk tanah yang lunak,” jelas Kepala Balitbang Kemen PUPR Lukman Hakim di Jakarta, Rabu (27/11/2019.

 

Lukman menuturkan, hingga saat ini Balitbang PUPR juga sangat konsern untuk mengembangkan resources lokal. Saat ini Balitbang juga tengah mencoba mengurangi komponen impor di sektor jalan tol misalnya dengan mengembangkan asbuton, namun proses ekstrasinya belum selesai.  Sektor jalan tol ini komponen impornya paling tinggi. Sementara jika perumahan komponen impornya paling rendah.

 

Adapun beberapa inovasinya yang tengah dikembangkan yakni pada bidang pembangunan jalan, perumahan rakyat, dan sumber daya air.

Perihal pembangunan jalan, tim dari Balitbang berinovasi menggunakan sumber daya yang ada. Misalnya, pembuatan aspal berbahan campuran sampah plastik. Bahan ini rupanya meningkatkan ketahanan jalan, kendati biayanya lebih murah. Di bidang perumahan rakyat, contohnya, pihak Balitbang seringkali diminta bantuan untuk menjawab kebutuhan tempat tinggal bagi korban bencana.

 

“Saat di Lombok terkena bencana, kami diminta membimbing pembangunan perumahan untuk para korban. Ada sekitaran 50.000-an rumah instan telah dibangun,” ujarnya.

 

Lukman memaparkan, rumah tersebut  didesain dan dibuat dari kayu yang tahan terhadap gempa dan layak huni.

Selanjutnya, dalam pengembangan sumber daya air, Balitbang mengembangkan pompa air tanpa listrik dan energi apa pun. Ia sebut inovasi ini Pompa Air Tenaga Hidro, PATH. Dengan inovasi ini, air bisa naik hingga 30 meter.

 

Teknologi ini diterapkan di wilayah yang sulit kedapatan air. Ada pula long storage drainage, yang fungsinya sebagai penampung air demi antisipasi musim kering.  Tak hanya itu, mereka pun membuat canal blocking untuk meminimalisasi kemungkinan terjadinya kebakaran hutan.

 

“Jadi, kanal itu dibangun untuk menjebak air supaya ga keluar. Itu kebakaran hutan itu, kebanyakan kering, maka rawan untuk itu. Airnya ga ada. Gambut itu kan kadar airnya tinggi, tapi saat musim kering airnya habis, jadi rawan terbakar. Jadi, dengan canal blocking, kita pertahankan muka air tanah di sana, di gambut,” ujarnya.

 

Pun masih banyak lagi inovasi yang mereka buahkan.  Bahkan beberapa bangunan hasil sokongan Balitbang PUPR menjadi bangunan ikonik, seperti Jembatan Antapani di Bandung dan pantai Morotai di buat seperti pantai Losari di Makassar.

 

“Membuatan Jembatan Antapani ini prosesnya cepat, kira-kira enam bulan. Biasanya dua tahun. Biayanya juga murah, tapi kuat. Dan ini akan diterapkan di simpang kereta api nanti, terutama di daerah Jawa,” ungkapnya.

 

Lebih lanjut, Lukman mengatakan perihal rencana pembangunan infrastruktur di ibu kota baru nanti. Balitbang sudah mengirimkan Kapal riset yang mengukur semua hal terkait dengan rencana pembangunan infrastruktur di daerah Penajam, Kalimantan Timur.  

 

“Di ibu kota baru kita sekarang baru menerjunkan kapal, K3 namanya. Itu untuk riset Sungai Mahakam, pantainya, dan lainnya. Kapal itu seperti laboratorium berjalan. Untuk sementara, saat ini kita masih melakukan kajian tentang air—sumber daya air,” katanya.