Datangi Kejagung, Kamasaroja Minta Bupati Sarolangun Diperiksa

Sammy
Datangi Kejagung, Kamasaroja Minta Bupati Sarolangun Diperiksa
Kamasaroja menggelar unjul rasa di Kantor Kejagung RI (ist)

Jakarta, HanTer - Ratusan massa yang mengatasnamakan Keluarga Mahasiswa Sarolangun Jambi Jakarta (Kamasaroja), mendatangi kantor kejaksaan agung (Kejagung) RI.

Mereka mendesak Kejagung menangkap DNA memeriksa Bupati Sarolangun Jambi, Cek Endra yang diduga telah menyalahgunakan wewenang dan jabatan hingga merugikan negara Rp92,5 Miliar.

Menurut Kamasaroj, berdasarkan investigasi dan on the spot yang dilakukan yang di himpun dari laporan masyarakat juga di dukung dengan data-data dari berbagai sumberdi Provinsi Jambi. Penyelahgunaan yang dilakikan Cek Endra adalah terkait penerbitan sejumlah Izin Usaha pertambangan (IUP).

"Sedikitnya ada 65 perusahaan yang tambang yang beroperasi di Jambi. Ternyata ada 24 perusahaan yang tidak memiliki (AMDAL) serta bertentangan dengan Undang-Undang No 4 Tahun 2009," terang Koordinator Kamasaroja, Romadhon, Senin (25/11/2019).

Romadhon menjelaskan lebih lanjut mengenai pasal 1 UU No.4 Tahun 2009 terkait analisis mengenai dampak dan lingkungan yang selanjutnya di sebut Amdal. Amdal adalah kajian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan/atau kegiatan’ dan peraturan pemerintah (PP) No.22 tahun 2010 tentang pelaksanaan kegiatan usaha pertambangan. Dan, dalam peraturan pemerintah nomor 23 Tahun 2003, tertera tentang pelaksanaan kegiatan usaha pertambangan mineral dan batu bara.

"Terbukti Bupati Sarolangun Jambi Cek Endra telah melakukan perbuatan melawan hukum dengan melakukan pembuatan izin usaha pertambangan (IUP) siluman dalam satu hari dibuat sampai beberapa kali," tegasnya.

#Kamasaroja   #kejagung   #iup   #usaha   #tambang   #bupati   #sarolangun