Aksi Solidaritas dan Posko Perjuangan Untuk Rio

Safari
Aksi Solidaritas dan Posko Perjuangan Untuk Rio

Jakarta, HanTer - Ratusan pekerja pelabuhan Indonesia dan elemen buruh nasional menggelar aksi unjuk rasa di depan pos 9 pelabuhan Tanjung Priok menuntut pembebasan Rio yang sudah ditahan selama 5 hari di Polres Pelabuhan sejak Kamis (21/11/2019). Rio dikeroyok dua orang supervisi sekuriti JICT dan satu orang pegawai organik Pelindo II tanpa alasan jelas.

 

Rio sebagai korban pengeroyokan malah dilaporkan balik oleh manajer sekuriti perusahaan terkait tuduhan penghinaan facebook (UU ITE) dan tuduhan penganiayaan. Kriminalisasi dan iklim pemberangusan serikat di JICT telah mengancam keamanan pekerja bertahun-tahun. Mulai dari peristiwa penembakan terhadap mobil pekerja, PHK massal dan yang teerakhir pengeroyokan terhadap Rio.

 

"Hal ini kemungkinan besar terjadi karena pekerja JICT menolak privatisasi JICT jilid II kepada Hutchison yang menurut BPK-RI merugikam negara Rp 4,08 trilyun," Ketua Umum Serikat Pekerja (SP JICT) Hazris Malsyah di Jakarta, Selasa (26/11/2019).

 

Dalam kesempatan ini Hazris mendesak, Kapolres Pelabuhan KP3 untuk segera bebaskan Rio Wijaya. Selain itu manajemen JICT terutama Hutchison Hong Kong untuk menghentikan kriminalisasi serta serangan terhadap aktivis serikat pekerja. Tangkap dan segera adili pelaku pengeroyokan Rio Wijaya;


Pekerja pelabuhan Indonesia akan mendirikan "posko solidaritas untuk Rio" di depan kantor polres pelabuhan sampai anggota SP JICT tersebut dibebaskan.

 

Kekerasan yang dialami Rio terjadi pada tanggal 20 Agustus 2019. Kala itu Rio dikeroyok di ruang sekuriti perusahaan oleh dua orang supervisi sekuriti JICT (YA) dan (SA) dan satu orang pegawai organik Pelindo II (A) tanpa alasan yang jelas.

 

Dengan bekal bukti visum, Rio melaporkan kejadian tersebut ke Polda Metro Jaya. Selang beberapa minggu, dua pelaku (YA) dan (A) telah ditangkap dan ditahan. Saat ini satu pelaku (SA) masih dalam pencarian. Namun Rio dilaporkan balik oleh manajer sekuriti JICT (LIM) di Polres Pelabuhan (KP3) terkait dengan tuduhan penghinaan facebook (UU ITE) dan tuduhan penganiayaan kepada (YA).

 

Rio akhirnya ditahan di Polres Pelabuhan pada Kamis (21/11/2019) pukul 21.30 WIB dan dikenakan pasal 45 Ayat 3 jo Pasal 27 ayat 3 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 Tentang ITE, dan Pasal 351 KUHP dan 352 KUHP tentang penganiayaan.