Ricuh Suporter di Malaysia, Debby Kurniawan Minta Benahi Wajah Sepakbola

Safari
Ricuh Suporter di Malaysia, Debby Kurniawan Minta Benahi Wajah Sepakbola
Anggota Komisi X DPR RI Debby Kurniawan

Jakarta, HanTer - Anggota Komisi X DPR RI Debby Kurniawan menyayangkan kekisruhan suporter Malaysia dan Indonesia pascalaga kualifikasi Timnas Indonesia dan Malaysia di Stadion Bukit Jalil, Malaysia, Selasa (12/11/2019) lalu. Meskipun negara Malaysia telah menyampaikan permohonan maafnya, menurut Debby kedua negara harus melakukan evaluasi.

"Dalam olahraga itu, bukan soal atletnya. Tapi mental suporter harus juga dibina," kata Debby Kurniawan di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/11/2019).

Berkaca dari peristiwa tersebut, Politisi asal Partai Demokrat ini menuturkan, pemerintah harus lebih intens melakukan sosialisasi. Bagaimana menjadi atlet yang profesional dan menjadi suporter yang baik. 

"Selama ini pemerintah kita juga masih minim melakukan sosialisasi," ucap Debby.

Tidak sedikit, menurut Debby wajah sepak bola Indonesia kerap diwarnai aksi ricuh antar suporter. Ia menambahkan, dalam program sosialisasi tersebut pemerintah harus membeberkan apa sanksi bagi perorangan, club sepakbola hingga timnas sepakbola apabila melakukan tindakan anarkis selama pertandingan.

"Saya rasa pembenahan mental menjadi utama pekerjaan rumah (PR) pemerintah untuk menata sepakbola kita," ungkapnya 

Terkait program sosialisasi, masih ujar Debby pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) harus cukup mengalokasikan anggaran. Tentu, agar tepat sasaran, pemerintah juga harus menyiapkan regulasinya.

"Saya yakin dengan pembenahan di sana sini wajah sepakbola kita akan baik dan prestasi pun meningkat. Bukan sanksi FIFA yang diwariskan generasi berikutnya," ucapnya.

Debby menegaskan, untuk penyelesaian kekisruhan suporter sepakbola di Malaysia ia mempercayakan sepenuhnya kepada pemerintah. Harus ada tim yang dibentuk dari kedua belah pihak untuk mencari solusi yang tepat. "Sportifitas olahraga bukan saling menyalahkan dan menjelekkan. Ayo, kita bersama-sama mencari solusi untuk meraih prestasi yang lebih baik," pungkasnya.