Kajati Sulteng "Selamatkan Presiden" dari Gugatan 9 Pengusaha

zamzam
 Kajati Sulteng

Jakarta, HanTer - Dibawah kepemimpinan Muhammad Rum, Kejaksaan Tinggi selaku Jaksa Pengacara Negara (JPN) berhasil menggagalkan gugatan sembilan pengusaha kepada Presiden RI Joko Widodo dan Menkopolhukam senilai Rp87 Miliar.

 

Gugatan perdata PT Bumi Nyiur Swalayan dkk terkait penanganan gempa tahun lalu, yang menurut para penggugat Presiden RI dan Menkopolhukam tidak sigap menghadapi kondisi sehingga merugikan banyak pihak.

“Syukur Alhamdulillah, Kejati Sulteng sebagai JPN mewakili Presiden dan Menko Polhukam berhasil menghadapi gugatan yang mempersoalkan penanganan gempa dan tsunami di sini (Sulteng-red)," ujar Rum, selaku Kajati Sulteng kepada Harian Terbit, Minggu (24/11/2019).

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Palu akhirnya menolak gugatan atas argumentasi hukum yang disampaikan tim JPN dari Kejati Sulteng.

Kejati Sulteng mewakili Presiden RI selaku Tergugat I berdasarkan Surat Kuasa Khusus (SKK) nomor : SK-065/A/JA/05/2019 tertanggal 15 Mei 2019. Selain itu, juga mewakili Menkopolhukam selaku Tergugat III berdasarkan Surat Kuasa Khusus (SKK) nomor : SK-053/A/JA/04/2019 tertanggal 23 April 2019.

"Sesuai putusan perkara perdata Nomor : 21/Pdt.G/2019/PN.Pal tgl. 19 Nopember 2019 majelis hakim PN Palu menyatakan gugatan para penggugat tidak dapat diterima dan menghukum para penggugat membayar biaya perkara secara tanggung renteng sebesar Rp 3,8 juta,” ujar Rum.

Rum mengapresiasi kerja keras dan prestasi tim JPN Kejati Sulteng yang mampu meyakinkan hakim sehingga menolak gugatan terhadap Presiden dan Menkopolhukam tersebut.