TAJUK: DPR Kecewa, BNN Dibubarkan Atau Dievaluasi?

***
TAJUK: DPR Kecewa, BNN Dibubarkan Atau Dievaluasi?

Kecewa dengan kinerja Badan Narkotika Nasional (BNN), sejumlah anggota Komisi III DPR RI dalam rapat kerja dengan BNN di gedung DP, Kamis (21/11/2019), mengusulkan pembubarkan lembaga pemberantasan narkotika tersebut. Komisi III menuding BNN tidak menunjukkan langkah konkret dalam memberantas narkoba di Indonesia. 

Sebab, menurut Anggota Komisi III DPR, Masinton Pasaribu, dengan sarana-prasarana bernilai triliunan yang dimiliki, seharusnya BNN mampu mendeteksi dan memberantas narkoba lebih baik lagi. Karena itu, dia pun mempertanyakan peran yang dilakukan BNN selama ini dalam pemberantasan narkoba.


Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PAN, Nazaruddin, menilai BNN dianggap tidak mempunyai terobosan dalam memberantas peredaran narkotika di Indonesia. Penemuan dan pemusnahan tujuh hektare ladang ganja di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dianggap hal baru yang menjadi bukti peran BNN tidak maksimal.

Yang menangkap tersangka pelaku dalam penemuan ladang ganja itu Direktorat Narkoba Mabes Polri dan Polda dan tidak ada keterlibatan BNN dalam penangkapan tersangka kasus itu. Menurutnya, bagus bubarkan aja, artinya ini lampu kuning bagi BNN.

Usulan sejumlah anggota DPR ini tidak disetuji Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Menurut Moeldoko, kalau dalam militer ini ancaman nontradisional yang perlu segera diatasi persoalan narkoba. Itu ancaman nyata. Jadi jangan dibubarkan, sebaiknya diperkuat dan peran BNN dioptimalisasi.

Sementara itu anggota DPR Sufmi Dasco leih setuju BNN dievaluasi agar lebih baik daripada membubarkan suatu lembaga.  Dengan demikian, apa yang kurang bisa ditambah, apa yang perlu harus dicukupi.

Menjawab kekecewaan sejumlah anggota Komisi III tersebut, Kepala BNN Heru Winarko mengatakan, pihaknya berusaha maksimal untuk memberantas narkoba. Dirinya mengklaim telah melakuan penangkapan sekaligus penangkalan masuknya narkoba di Indonesia. Heru mengatakan pihaknya sudah buat terobosan-terobosan.

Heru menegaskan, kinerja BNN untuk pemberantasan narkoba menggunakan strategi tiga cluster. Cluster pertama, terkait operasional pemberantasan, bekerjasama dengan beberapa lembaga, seperti Polri, Bea Cukai, Imigrasi dan lain lain.

BNN juga kerjasama dengan luar negeri untuk sharing informasi. Bukan hanya tangkap tapi tangkal," katanya.

Cluster kedua, lanjutnya, terkait assesment yang memiliki tugas untuk mengidentifikasi pengguna dan sumber masuknya narkoba, bekerjasama dengan kehakiman, kepolisian, kejaksaan dan Mahkamah Agung.

Cluster ketiga terkait daerah rawan narkoba. BNN melakuan monitoring dan pemberantasan di daerah daerah yang menjadi sumber masuknya narkoba.

Kita sepakat peredaran narkoba harus diberantas. Selama ini upaya pencegahan yang dilakukan masih belum efektif untuk mengurangi dampak peredaran narkotika. Bahkan tidak jarang ditemui, narapidana di balik jeruji besi masih bisa mengontrol transaksi narkotika. Seharusnya BNN bisa membereskan masalah ini karena mempunyai segala fasilitas untuk bekerja lebih baik.

Terlepas dari kekecewaan para wakil rakyat terhadap kinerja BNN dalam pemberantasan narkoba, hendaknya semua pihak bisa bersama-sama untuk memberantas narkoba di negeri ini. Pasalnya, peredaran narkoba sudah semakin merajalela. 

Indonesia saat ini menjadi salah satu pasar narkoba internasional. Buktinya kasus penyelundupan narkotika dan obat terlarang di Indonesia terus meningkat setiap tahun. 

Kejahatan narkoba harus dicegah karena menjadi ancaman serius bagi ketahanan ekonomi, keamanan dan kedaulatan setiap negara. Itulah sebabnya, BNN, Bea Cukai, Kepolisian, dengan menggandeng masyarakat harus lebih efektif menggagalkan penyelundupan narkoba melalui pelabuhan maupun bandara di Indonesia.

Negara ini harus diselamatkan dari kehancuran akibat narkoba. Karenanya pemerintahan Presiden Jokowi harus tegas dan serius mengatasi persoalan maraknya peredaran narkoba di tanah air. Perlu kebijakan yang jelas dan tindakan tegas terhadap para penjahat narkoba, sehingga negeri ini tidak lagi darurat narkoba.

Untuk memberikan efek jera tersangka harus diberikan hukuman berat, hukuman mati,  memaksimalkan upaya pencegahan dan mengeksekusi seluruh tersangka yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap. Jika tidak, baik pengedar, penyalur maupun pengguna akan tetap marak.

#BNN   #DPR