Pengamat: Tolak Usulan Kontroversi Mapel Bahasa Inggris di SMP dan SMA Dihapus

Anugrah
Pengamat: Tolak Usulan Kontroversi Mapel Bahasa Inggris di SMP dan SMA Dihapus
Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies Jerry Massie

Jakarta, HanTer - Mendikbud Nabiel Makarim diminta menolak wacana dari Ikatan Guru Indonesia (IGI) untuk menghapusan mata pelajaran (Mapel) Bahasa Inggris di Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Pasalnya, usulan tersebut kontroversial, aneh dan janggal.

"Ada wacana kurikulum bahasa inggris ingin di hapus, siapa lagi yang memberi masukan seperti ini kepada Menteri Pendidikan? Sedangkan sepengetahuan saya diseluruh belahan dunia ini menggunakan bahasa Inggris bahkan sudah menjadi pelajaran internasional," kata Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies Jerry Massie kepada Harian Terbit, Jakarta, Sabtu (23/11).

Mata pelajaran Bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya, menurut Jerry, yang sempat berprofesi sebagai guru dan dosen ini, sangat penting. Justru yang perlu diperkuat adalah pelajaran pendidikan moral pancasila (PMP) baik itu di SMP dan SMA. 

''Jika perlu ujarnya, pendidikan sejarah perjuangan bangsa (PSPB) kembali diaktifkan disekolah. Bahkan pelajaran tentang korupsi penting juga dipelajari biar siswa-siswi tahu akibatnya,'' katanya.

"Bagaimana wacana bahasa Inggris dihilangkan agak aneh dan rancu. Bagi saya ini kalau jadi grand design yang blunder," tambah Jerry.

Lebih lanjut, kata Jerry, disaat pencanangan pemerintah di era industri 4.0 dan 5.0, maka goal setting (sasaran) utamanya adalah memperkuat sisi bahasa asing khususnya bahasa Inggris dan Informasi Teknologi (IT). 

Menurutnya, ini sebuah standar bagi negara berkembang. Apalagi ini buat dunia parawisata. Anak-anak bisa jadi tourist guide bahkan bisa bekerja di luar negeri ada skill (bahasa inggris). 

"Penting dikaji bagaimana mata pelajaran (mapel) bahasa daerah dimasukan dalam lagi dalam kurikulum baik di SD sampai SMA ini lebih ke model kearifan lokal. Begitu pula pelajaran character building (pembentukan karakter) penting juga dimasukan dalam kurikulum," ucapnya.

Paling inti, kata dia, menarik buku-buku pelajaran yang salah kaprah karena sempat ditemukan isinya yang kontroversial.

"Jangan sampai pelajaran intoleran dan radikalisme masuk lewat buku-buku.Perlu juga mengkaji jumlah pertemuan atau jam pelajaran contoh matematika dan fisika ataupun biologi. Bukannya mau menghapus pelajaran bahasa inggris," kata Jerry.