Artis Cantik Rebecca Reijman: Ada 200 Artis Dikasih Mobil Mewah Oleh Pengusaha Kakap

Safari/Romi
Artis Cantik Rebecca Reijman: Ada 200 Artis Dikasih Mobil Mewah Oleh Pengusaha Kakap
Rebecca Reijman

Jakarta, HanTer - Mungkin tak banyak artis yang berani blak-blakan mengaku pernah dikasih mobil mewah oleh suami mantan pejabat negara. Maklum, hal itu dianggap tabu karena barang mahal yang diberikan ditengarai ada pamrihnya. Apalagi, jika pemberian mobil mewah tanpa ada aling-aling alias cuma-cuma.

Nah, inilah pengakuan mengejutkan penyanyi cantik Rebecca Reijman yang pernah mendapatkan mobil gratis. Diakuinya, mobil tersebut melibatkan pengusaha Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan.

Malah, selain dirinya, ada banyak sekali pihak yang menerima pemberian berupa mobil dari Wawan. Sepengetahuan cewek berdarah Belanda ini mencapai angka ratusan.

"Saya dengan 200 yang lain, 200 orang," kata Rebecca Reijman, di kediamannya kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis (21/11/2019).

Menurut kabar yang beredar, Rebecca Reijman sempat diberi mobil Honda CRV oleh terpidana kasus korupsi tersebut. Namun mobil itu telah ia kembalikan ke pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Ya saya dengan niat baik mau balikin. Saya nggak ada main duit ini, itulah. Tapi saya memang salah, tidak kenal dia itu siapa dan main menerima saja. Begonya aku ya itu," sesalnya.

Selain pelantun lagu Clouds, ada sederet nama artis wanita lain yang juga diberi 'hadiah' oleh Wawan, sebagai tindakan pencucian uang. Nama-nama itu dimunculkan dalam sidang dakwaan beberapa waktu lalu.

Seperti diketahui, artis yang namanya disebut dalam dakwaan itu adalah Jennifer Dunn, Catherine Wilson, Aimah Mawaddah Warahmah (Aima Diaz), dan Reny Yuliana.

Uniknya, dari Rebecca Reijman juga diketahui bukan artis cewek saja yang dikasih hadiah oleh Wawan, namun, artis cowok juga ada.

"Artis cowok pun juga dikasih. Aku pikir 'oke aku mikir dia buka manajemen artis', jadi ya dia mau kasih. Tapi salah sih nerima itu," tambahnya.

Saling Butuh

Sementara itu pengamat masalah sosial dari Universitas Indonesia (UI) Yophie Septiady mengatakan, memang ada artis yang mendapatkan berbagai hadiah seperti mobil mewah dari pejabat.

Di antaranya "pencucian uang" seperti yang pernah dilakukan oleh Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, adik bekas gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah, yang menjadi terpidana kasus korupsi.

Dalam kasus Wawan ternyata kendaraan mewah yang dibagikan kepada ke beberapa artis adalah hasil korupsi. Apalagi ketika dilacak harta kekayaannya sulit ditelusuri. Karena jika menyangkut korupsi maka banyak tangan yang bermain.

Namun ketika diketahu penegak hukum, ada beberapa artis yang kembalikan mobil pemberian tersebut atas nama taat hukum dan alasan tidak tahu jika hadiah itu dari hasil korupsi.

"Selain pencucian uang juga bisa juga karena "pansos" (panjat sosial) yang saat ini sedang trend," ujar Yophie kepada Harian Terbit, Jumat (22/11/2019).

Adanya fenomena pansos terhadap artis dan pejabat karena pada dasarnya pejabat juga butuh ketenaran yang notabene sudah dimiliki artis yang memang sudah tenar. Tidak heran ada pejabat yang sangat intim terhadap artis papan atas yang terkenal.

Sementara si artis juga butuh pejabat untuk "pengaruh" atau menaikkan namanya agar disebut sebagai artis papan atas. "Apalagi jika mendekati pejabat bisa mendapatkan bonus seperti mobil mewah," paparnya.

Artis buruh pengaruh, sambung Yophie, karena siapa entah artis atau bukan pasti membutuhkan pengaruh atau kekuasaan untuk melindungi diri dan kerabatnya. Pengaruh itu termasuk kekuasaan sebagai identitas yang langka dan dikejar di negara Indonesia. Oleh karenanya antara artis dan pejabat simbiosis mutualisme yakni saling membutuhkan.

"Simbiosis-lah, kedua-duanya saling butuh. Yang satu butuh lebih tenar, yang satu lagi butuh pengaruh. Kan lagi trend pansos," jelasnya.

Saat ditanya apakah diluar pansos itu juga ada kebutuhan "khusus" yang akhirnya nikah dibawah tangan, sambil tertawa Yophie mengatakan, mending nikah dibawah tangan karena ada di antara mereka hanya kawin saja tanpa ada ikatan apapun. Artis rela menerima demikian karena artis juga butuh eksistensinya. Apalagi ada budaya tontonan atau cultural spectacle di kalangan artis.