Balitbang PUPR Berperan Besar Dalam Pembangunan Infrastruktur di Indonesia

Safari
Balitbang PUPR Berperan Besar Dalam Pembangunan Infrastruktur di Indonesia
Plt. Kepala Badan Litbang Kementerian PUPR Lukman Hakim

Jakarta, HanTer - Tak banyak yang menyadari bahwa di balik kesuksesan pembangunan infrastruktur di era Pemerintahan Jokowi, ada  peran besar sebuah Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang). Balitbang tersebut berada di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR).

Plt. Kepala Badan Litbang Kementerian PUPR Lukman Hakim mengatakan, Balitbang PUPR menjadi dapur tempat melakukan riset dan teknologi yang digunakan oleh Kementerian PUPR untuk membangun infrastruktur di seluruh pelosok Indonesia. Namun menyediakan riset dan menghasilkan inovasi teknologi terapan untuk pembangunan yang masif bukan perkara mudah. 

“SDM kita ini kurang dari 1000, tapi sebisa mungkin kami dapat menjawab sekaligus menyediakan kebutuhan pemerintah,” ujar Lukman Hakim saat ditemui di ruangannya, Kamis (20/11/2019).

Lukman menuturkan, dengan SDM yang dapat dikatakan minim maka Balitbang memiliki cara jitu agar setiap riset dan inovasi teknologi yang dilakukan oleh Balitbang ini bermutu.
“Kami biasanya melakukan riset dengan melibatkan peneliti senior dan junior,” kata Lukman. 

“Tujuannya adalah agar transfer pengetahuan dapat terus berjalan,” sambungnya.

Selain itu, tambah Lukman, ada kebijakan pengikutsertaan peneliti Balitbang dalam forum-forum internasional. Akan tetapi, tak serta merta Balitbang mengirimkan penelitinya ke dalam forum internasional.

“Syaratnya peneliti kami itu harus jadi pembicara, bukan sekadar menjadi peserta. Karena kami juga ingin menunjukkan bahwa peneliti kami itu bonafide,” tegasnya.

Cara terakhir adalah dengan melakukan kerja sama riset dengan universitas di seluruh Indonesia. Balitbang PUPR, kata Lukman, memiliki laboratorium di setiap daerah yang dapat digunakan dengan cuma-cuma.

"Tujuan riset di daerah biasanya menguji sumber daya yang daerah itu miliki dan kami akan mendampingi riset sampai hasil riset itu diterapkan," imbuhnya.

Dari riset-riset yang dilakukan tersebut sudah banyak inovasi teknologi yang dilakukan Balitbang PUPR dalam mendukung pembangunan infrastruktur. Seperti misalnya untuk sarana dan prasarana jalan, Balitbang PUPR mampu menghasilkan produk seperti Asbuton atau cold paving hot mix asbuton (campuran beraspal panas asbuton dan bahan tambahan lain. 

Inovasi yang dihasilkan oleh Balitbang PUPR yang cukup monumental adalah Jembatan Antapani Bandung. Jembatan ini merupakan buah karya inovasi yang juga menjadi icon kota Bandung. “Normalnya jembatan tersebut, selesai pengerjaannya 2 (dua) tahun, namun dengan inovasi teknologi dari Balitbang PUPR mampu dikerjakan hanya dalam waktu  6  (enam) bulan,” jelas Lukman. 

Inovasi yang dilakukan Balitbang PUPR menyangkut semua aspek yang terkait dengan sarana dan prasarana, tidak hanya jalan dan jembatan, namun juga sarana air, perumahan dan pemukiman, bendungan, tembok penahan abrasi, teknologi solar panel, Judesa, teknologi rumah instan sehat (RISHA), hingga teknologi agar lahan gambut tidak kekeringan. 

“Kami memang selalu diminta mencari suatu terobosan perihal bagaimana sistem atau cara agar infrastruktur bisa lebih cepat berkembang, lebih murah, serta lebih baik mutunya. Sehingga apa yang diharapkan oleh pemerintah, pun diinginkan masyarakat tercapai,” tambah  Lukman.

Selama ini, orientasi Balitbang PUPR memang lebih ke arah terapan. Lantaran, menurutnya, permasalahan infrastruktur ada di depan mata dan sangat nyata. Dengan berpedoman pada “ATM” (Amati Tiru Modifikasi), Balitbang PUPR berharap mampu menjawab tantangan dan memenuhi kebutuhan masyarakat.

Oleh karenanya, Balitbang PUPR giat melakukan riset demi perkembangan inovasi, untuk memberikan sokongan pada pembangunan.“Kita tidak bisa berpikir lambat lagi. Kita fokus ke terapan saja, sebab akan sulit kalau hanya riset justru hanya di (keilmuan) murni,” pungkasnya.