Anggota DPR: Kapolri Tahu Pelaku Penganiaya Novel, Enggan Menangkapnya

Safari
Anggota DPR: Kapolri Tahu Pelaku Penganiaya Novel, Enggan Menangkapnya
Anggota Komisi III DPR Fraksi Demokrat Benny Kabur Harman

Jakarta, HanTer—Anggota Komisi III DPR RI dari berbagai fraksi bertanya kepada Kapolri Jenderal Idham Azis mengapa Polri tak kunjung berhasil mengungkap kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik KPK Novel Baswedan, yang terjadi pada April 2017.

Anggota Komisi III DPR Fraksi Demokrat Benny Kabur Harman mengatakan, Polri pasti sudah tahu siapa pelakunya, namun enggan menangkapnya.

"Saya yakin Pak Kapolri tahu lah pelakunya, tinggal ada kemauan untuk menangkapnya," kata Benny dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPR, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu.

Menurutnya, kasus ledakan bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan pekan lalu Polri dengan cepat menangkap jaringan teroris yang berkaitan dengan ledakan tersebut. Namun, berbeda dengan pengusutan kasus Novel.

"Takutnya ini jadi utang politik, utang hukum presiden Jokowi, mohon sungguh-sungguh untuk mengungkapkan pelakunya," kata Benny.

Tak Percaya Polisi

Anggota Komisi III DPR Fraksi PPP Arsul Sani menilai kasus Novel bisa membebani Polri jika tak lekas diselesaikan. Dampak buruk lainnya, masyarakat jadi tidak percaya dengan Kepolisian.

Arsul berharap Idham dan Polri terus bekerja untuk mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap Novel. Dia juga ingin Polri memberikan informasi perkembangan terkini kasus tersebut.

"Kami berharap ada progres yang bisa di-update ke Komisi III secara terus-menerus, ya kalau belum ada progresnya ini jadi atensi khusus Kapolri," kata dia dilansir CNN INdonesia.

Dia menilai, kasus Novel yang belum terungkap siapa pelakunya, dapat membebani dan menimbulkan prasangka terlalu jauh terhadap Polri.

Karena itu Arsul meminta Kapolri memberikan perhatian khusus terhadap kasus tersebut karena proses penyelesaiannya sudah berlangsung sejak 2017.

Kapolri Idham Azis memberikan respons atas pernyataan para anggota Komisi III DPR RI itu, penyidik Polri hingga sekarang masih melakukan penyelidikan terkait kasus Novel.

"Masalah mengungkap kasus Novel, saya juga ingin sampaikan sampai saat ini tim teknis yang saya masih membawahi, bekerja terus," ujarnya.

Dia meminta doa restu Komisi III DPR karena diperkirakan pada beberapa waktu ke depan, akan ada perkembangan dan temuan yang signifikan.