Lagi, Terduga Teroris Berhasil Diringkus Densus 88

Danial
Lagi, Terduga Teroris Berhasil Diringkus Densus 88
Karopenmas Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo

Jakarta, HanTer - Densus 88 kembali berhasil meringkus empat orang terduga teroris, dan penangkapan ini terkait dengan bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, tengah pekan lalu.

Dengan demikian, hingga kini sudah 30 orang terduga teroris yang diringkus dan tiga orang meninggal di antaranya. Mereka merupakan anggota JAD jaringan Medan, Selasa (19/11/2019).

Sebelumnya Karopenmas Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo membenarkan dari para terduga yang ditangkap, melakukan perlawanan. 

"Saat dilakukan upaya penangkapan kedua orang disebut melakukan perlawanan dan menggunakan senjata tajam dan airsoft gun. Satu anggota Densus 88 mengalami luka-luka di bagian tangan akibat sabetan benda tajam dan luka di bagian belakang," beber Dedi.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, "Ada tiga orang yang diringkus dan satu orang yang menyerahkan diri. Jadi totalnya hingga kini sudah 30 orang yang diamankan," kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, Selasa (19/11/2019).

Tatan menjelaskan keempat orang itu merupakan warga Medan. Tim gabungan juga terus melakukan pengembangan untuk meringkus pelaku lainnya yang diduga terlibat bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan.

"Ini masih berkaitan dengan kejadian di Polrestabes Medan. Perannya ada perakit bom dan merekrut jemaah," ungkapnya.

Menurut Tatan, tim gabungan melakukan penggeledahan di lapangan. Para terduga teroris yang diringkus masih dalam satu pengajian.

"Sedangkan untuk jenazah terduga teroris, itu kan ada tiga orang termasuk RNM yang meledakkan diri di Polrestabes Medan. Saat ini, tinggal satu jenazah lagi yang belum diserahkan kepada pihak keluarga," jelasnya.

Tatan juga sempat menyinggung soal latihan yang dilakukan jaringan ini di Tanah Karo, Sumut. Menurutnya para terduga teroris melakukan pelatihan sebelum penyerangan di Polrestabes Medan.

"Mereka selama ini sering berlatih di Karo, ada yang berkuda, memanah. Mereka identik dengan itu. Jadi mereka sudah persiapkan sebelum penyerangan," bebernya.

Seperti diketahui, Rabu (13/11/2019) pagi pukul 08.45 WIB lalu, terjadi ledakan bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan di Jalan H.M Said Medan.

Sebelum terjadi ledakan, seorang laki-laki terekam CCTV menggunakan jaket driver ojek online. Dia terlihat di halaman Mapolrestabes Medan. Tidak lama kemudian, terjadi ledakan.

Terduga pelaku yang diidentifikasi seorang pria bernama Rabbial Muslim Nasution (24), tewas dengan kondisi mengenaskan.

Ledakan itu juga mengakibatkan enam korban terluka, masing-masing empat polisi, satu pegawai harian lepas (PHL), dan satu warga sipil.

Selain itu, ledakan bom bunuh diri tersebut mengakibatkan sejumlah kendaraan rusak. Tiga di antaranya kendaraan dinas dan satu kendaraan pribadi