Ahok Diyakini Mampu Bersihakan Kotoran di Pertamina

Safari
Ahok Diyakini Mampu Bersihakan Kotoran di Pertamina
Ketua Umum Kebangkitan Indonesia Baru (KIB) Reinhard Parapat

Jakarta, HanTer - Ketua Umum Kebangkitan Indonesia Baru (KIB) Reinhard Parapat menilai, penolakan yang dilakukan Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) terhadap mantan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang dikabarkan menjadi petinggi BUMN terlalu berlebihan. 

Menurut Taki sapaan akrab Reinhard, penolakan FSPPB tersebut merupakan reaksi berlebihan yang tidak berdasar. FSPPB seolah panik, jika Ahok masuk Pertamina akan menjadi batu sandungan bagi mereka yang selama ini telah mengeruk keuntungan dari perusahaan plat merah itu.

"FSPPB itu harusnya mengurusi hak-hak para pekerja,  jangan lari dari UU No 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan," ujar Taki di Jakarta, Senin (18/11/2019).

Taki menegaskan, FSPPB harusnya fokus isu kesejahteraan buruh, jangan keluar dari peraturan ketenagakerjaan karena hal tersebut bisa ditunggangi oleh kepentingan lain. Apalagi bagi segelintir buruh yang menolak yang bukan ranahnya, harusnya direksi Pertamina  memberikan surat peringatan pertama. Bila tidak diindahkan diberhentikan saja bagi buruh Pertamina yang menolak alasan pengangkatan Ahok.

"Kita ketahui bersama, Ahok adalah orang yang berani dan tidak pandang bulu membertas korupsi. Saya yakin, jika Ahok benar-benar ditempatkan di Pertamina akan membuat banyak pihak kalang kabut," paparnya.

Dikatakan Taki, permainan "kotor" yang selama ini kerap terjadi di Pertamina pasti akan digilas oleh Ahok. Dia sangat cocok melakukan pembenahan diberbagai sektor Pertamina. Saya kira, dari pada Ahok di PT PLN,  dia lebih tepat ditempatkan sebagai Dirut di PT Pertamina," ujarnya.

Masih menurut Taki, pembenahan Pertamina harus dilakukan dari hulu hingga hilir. Sebab, 'kotoran' yang ada di Pertamina ini sudah terjadi berpuluh-puluh tahun. "Sehingga dibutuhkan orang pemberani seperti Ahok untuk memberantas Mafia Migas," pungkasnya.