Kontroversi Pernyataan Menteri Edhy Prabowo Soal Penenggelaman Kapal

sammy
Kontroversi Pernyataan Menteri Edhy Prabowo Soal Penenggelaman Kapal

Jakarta, HanTer - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo baru-baru ini berencana menghentikan kebijakan perihal penenggelaman kapal. Adapun kebijakan penenggelaman kapal pelaku illegal fishing itu menuai pro dan kontra di publik.

Pengamat Perikanan Moh Abdi Suhufan menegaskan, penenggelaman kapal ikan ilegal tetap harus diteruskan. Dan, harus dipastikan benar-benar menimbulkan efek jera.

"Aksi atau unjuk kekuatan atau 'show of force' seperti penenggelaman kapal, memang diperlukan. Tapi, diharapkan juga ada limitasi atau batasan waktu yang jelas untuk itu," ungkapnya di Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Namun ia menilai, jika penenggelaman kapal menjadi agenda reguler, dikhawatirkan justru tidak menimbulkan efek kejut bagi para pelaku penangkapan ikan ilegal yang kerap beroperasi di kawasan perairan nasional.

Selain itu, lanjutnya, izin untuk kapal ikan asing memang harus disetop sama sekali. Menurutnya, dengan menghentikan izin kapal ikan asing, maka kebijakan yang ada harus dapat mendorong industri perikanan domestik termasuk galangan kapal dalam negeri.

Amanat UU

Dari catatan Harian Terbit, ketentuan Pasal 69 ayat (4) UU Perikanan tegas memberikan kewenangan khusus kepada penyidik dan/atau pengawas perikanan untuk melakukan pembakaran dan/atau penenggelaman kapal perikanan asing (KIA) berdasarkan bukti permulaan yang cukup.

Direktur Eksekutif Indonesian for Transparency and Akuntabillity, Agus Chaerudin, mengatakan, oleh karena itu tidak tepat jika pelaksanaan kewenangan dalam hal ini penenggelaman kapal khusus tersebut dilarang.

"Karena terdapat situasi dan kondisi teknis tertentu yang menjadi pertimbangan penyidik dan/atau pengawas perikanan untuk membakar atau menenggelamkan KIA pelaku illegal fishing," ungkapnya di Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Namun, terhadap KIA yang kondisinya masih bagus atau membawa ikan tangkapan yang memiliki nilai ekonomis tinggi, menurut Agus, sebaiknya tidak perlu ditenggelamkan.

"Karena kapal masih dapat dimanfaatkan untuk kapal latih di akademi-akademi atau sekolah perikanan, dan ikan sitaan dapat dilelang menjadi pemasukan untuk kas negara," ungkap dia.

Untuk diketahui, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengatakan, program penenggelaman kapal yang digagas mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sudah cukup bagus. Namun, kata dia, untuk mengelola laut tidak hanya dengan menenggelamkan kapal.

Edhy mengatakan, dia diperintahkan oleh Presiden Jokowi, di antaranya membangun komunikasi dan mempermudah perizinan nelayan.

"Jadi kita tidak akan pernah mengubah kebijakan-kebijakan yang baik sebelumnya, tapi saya akan fokus sesuai perintah Presiden kepada saya, membangun komunikasi dengan nelayan, memperbaiki birokrasi yang ada, izin-izin yang terlalu lama," ujar Edhy seusai mengikuti kegiatan simulasi peledakan kapal di PSDKP Batam, Rabu (13/11/2019).

Edhy mengatakan, dirinya juga tidak segan menenggelamkan kapal, khususnya kapal asing yang mencuri ikan di perairan Indonesia.

"Kalau harus saya tenggelamkan akan saya tenggelamkan. Saya juga tidak akan takut menenggelamkan kapal. Yang jelas banyak yang harus kita perbaiki. Musuh kita itu asing bukan nelayan," ujar Edhy.

"Musuh kita nelayan-nelayan asing yang diam-diam mencuri, tapi kita menanganinya dengan azas kemanusiaan, tidak semena-mena," kata Edhy menambahkan.