Sandi: Penambahan Wakil Menteri Tak Bisa Dipahami

Sammy
Sandi: Penambahan Wakil Menteri Tak Bisa Dipahami

Jakarta, HanTer - Wacana penambahan wakil menteri (Wamen) kerap bergulir meski umur pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) periode kedua baru berjalan satu bulan. Berbagai kalangan mempertanyakan hal tersebut.

Pengusaha Sandiaga Salahudin Uno mengatakan belum memahami logika pemerintah yang ingin memangkas eselon di tubuh kementerian namun menambah jabatan Wamen tersebut. Sandiaga mengaku, awalnya ia menangkap sinyal bahwa pemerintah justru bakal melakukan efisiensi.

"Tapi downzising (efisiensi, red) ternyata diikuti oleh kebijakan menambah. Jadi ini perlu dijelaskan kepada masyarakat. Apakah ini upsizing, dengan menambah tingkat pejabat pimpinan karena wakil menteri ditambah," kata Sandiaga di Jakarta, Rabu (12/11/2019).

Sebagai pengusaha, ia menyatakan bahwa pemerintah perlu menciptakan ruang yang lebih jelas terkait pemangkasan eselon atau penambahan wamen. Sebab, yang perlu dilakukan pemerintah adalah menyiapkan regulasi supaya lebih membuka peluang dan ruang bagi pengusaha.

Menurut Sandi, dengan kebijakan apapun, diharapkan bisa memberikan efek bagi terciptanya insentif maupun dorongan bagi pertumbuhan ekonomi. Karenanya, pemerintah harus mampu memberikan sinyal bahwa kebijakan itu tetap mendukung bagi iklim investasi bagi pelaku usaha dan perekonomian.

Menurutnya, pemerintah mesti jelas bahwa pemangkasan eselon maupun menambah wamen adalah bagian dari efisiensi penyusunan kebijakan. "Tapi kalau ini hanya untuk menambah bagi-bagi jabatan dan atau bagi-bagi kursi, ini yang perlu kita hindari," kata mantan calon wakil presiden ini.

Untuk diketahui, wacana penambahan Wamen telah bergulir meski umur pemerintahan Jokowi periode kedua baru berjalan satu bulan. Wacana ini juga beriringan dengan kabar kasak-kusuk di koalisi Jokowi saat ini.

Perlu Dikaji

Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing, menilai, tambahan enam wakil menteri merupakan cara Jokowi membagi rata hasil perjuangan kepada rekan koalisinya. 

"Saya pikir bisa saja muncul karena memang tambahan wamen itu bisa saja memenuhi keinginan-keinginan para politisi atau partai karena memang partai itu kan berpolitik untuk kekuasaan," kata Emrus di Jakarta, Rabu (13/11/2019).

Emrus mengatakan, penambahan enam posisi Wamen sebagai bentuk bagi-bagi kekuasaan yang dilakukan Jokowi. Namun Jokowi perlu mengkaji secara mendalam agar posisi wamen baru tidak kontraproduktif.