Jaksa Agung Burhanuddin Siap Sapu Bersih Oknum Jaksa Korup

zamzam
Jaksa Agung Burhanuddin Siap Sapu Bersih Oknum Jaksa Korup




Jakarta, HanTer- Jaksa Agung ST Burhanudin siap menindak tegas jajarannya di seluruh Indonesia yang terbukti melakukan perbuatan tercela.

Karena itu, Burhanudin memohon koordinasi teman-teman di daerah untuk melaporkan apabila ada penegak hukum, khususnya aparat kejaksaan yang melakukan perbuatan tercela.

“Saya dengan terbuka menampung info teman-teman dan saya tidak akan melindungi. Tapi bukan untuk mendiskreditkan orang, namun berikan kami bukti, pasti kami tindak," ujar Jaksa Agung Burhanudin dalam arahannya pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Forkopimda seluruh Indonesia di Sentul International Convention Centre (SICC), Bogor, Rabu (13/11/2019).

Rakornas yang dibuka Presiden Joko Widodo ini mengusung tema Sinergi Pelaksanaan 5 Prioritas Pembangunan Nasional untuk Mewujudkan Indonesia Maju dalam rangka menyamakan Visi Pembangunan 2020–2024.

Jaksa Agung tampil memberikan arahan pada Rakornas Indonesia Maju Pemerintah Pusat dan Forkopimda tahun 2019 di sesi panel I dengan tema Sinergi Penegakan Hukum.

Pada bagian lain arahannya, Jaksa Agung Burhanuddin memaparkan  prioritas program kejaksaan yang dijabarkan dalam 7 poin, yakni penegakan hukum tidak lagi menitikberatkan kepada seberapa banyak perkara korupsi yg ditangani, namun lebih pada upaya untuk menjamin suatu wilayah bebas dari korupsi.

“Dengan wujudkan reorientasi praktek penegakan hukum, ke depan penanganan suatu perkara tidak hanya mempidanakam pelaku namun juga memberi solusi sehingga itu tidak dilakukan kembali, artinya yang dulu penindakan akan bergeser pada pencegahan,” jelas Burhanuddin.

Mantan Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) Kejagung itu juga menyinggung bahwa penilaian kinerja kejaksaan tidak hanya kepada banyak penanganan perkara.

“Tapi menitikberatkan bagaimana daerah bebas dari korupsi, tidak ada lagi target operasi, kita buatkan peta wilayah yang bebas korupsi. Tetapi dengan konsekuensi dalam rentang waktu masih ada korupsi, Saya ambil tindakan,” ujarnya.


Terkait dengan monitoring terhadap peraturan daerah yang menghambat investasi, Jaksa Agung Burhanuddin memerintahkan seluruh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) melakukan legal audit, melakukan pemeriksaan.

“Ajukan audit Perda yang menghambat investasi, dan jangan pernah bermain di ranah itu,” tegas Burhanuddin.


Pendataan Fasos dan Fasum


Program prioritas lainnya adalah melakukan pendataan dan pengalihan fasiltas umum, fasilitas sosial, maupun aset-aset lainnya milik Pemerintah yang terbengkalai, tidak terurus, atau dikuasai oleh pihak lain dengan melibatkan instansi terkait.

“Dari pengalaman yang ada terhadap aset daerah atau pemerintah banyak berada atau dikuasai oleh pihak ketiga, ada yang tidak ada, ada juga barangnya ada namun tidak tercatat dalam aset pemerintah  atau daerah, bantu tertibkan itu,” tegas Burhanuddin.

Pada kesempatan itu Jaksa Agung Burhanudin mengungkapkan bahwa dirinya sudah meminta seluruh jajarannya di semua level untuk menghentikan sikap atau tindakan yang memanfaatkan situasi untuk mencari keuntungan sendiri.

“Mari kita bersama membangkitkan kembali kewibawan penegakan hukum dan menjaga jangan sampai penegak hukum melakukan perbuatan tercela. Mari menyapu bersih dengan sapu yang bersih, kita tidak bisa menyapu bersih kalau sapunya juga kotor," tuturnya.

Burhanudin juga menyinggung  tentang perlunya System Complain and Handling Management yang mampu meningkatkan pelayanan hukum terhadap masyarakat.

“Dengan sistem manajemen yang merupakan sistem terpadu. Saya ingin lakukan ini dengan sebaiknya dan tidak dimanfaatkan oknum kita sendiri," katanya.

Jaksa Agung juga mengatakan, inovasi yang telah diterapkan selama ini di satuan kerja dan terbukti dapat mengoptimalkan kinerja secara efektif dan efisien, harus dapat diimplementasikan dalam skala nasional.

“Dengan membangun kreativitas dan inovasi nantinya didapatkan aplikasi secara nasional di seluruh satuan kerja dan kami minta inovasi ini tidak melanggar aturan. Saya akan menilai inovasi terbaik yang akan diterapkan,” kata Burhanudin.

Rakornas Indonesia Maju ini dihadiri Jamintel, para Kepala Kejaksaan Tinggi se-Indonesia, para Kepala Kejaksaan Negeri se-Indonesia dan undangan lain dari unsur Kepolisian, 3 matra TNI, Gubernur dan Walikota/Bupati se-Indonesia.