Antasari Azhar Setuju Dewas KPK Diisi Wartawan

Safari
Antasari Azhar Setuju Dewas KPK Diisi Wartawan

Jakarta, HanTer - Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar mendukung keberadaan Dewas Pengawas (Dewas) KPK. Alasannya, Dewas bisa membuat kinerja KPK sebagai lembaga antirasuah agar sesuai koridor seperti menyelesaikan sejumlah kasus korupsi yang mangkrak. Selain itu Dewas juga untuk menghindari penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power).

"Emang ada apa sih dengan Dewan Pengawas? Saya jawab singkat saja: perlu Dewan Pengawas. Dasar apa saya katakan perlu: dasar pengawasan di KPK, untuk menghindari abuse of power," ujar Antasari saat menjadi pembicara dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertema "Mengintip Figur Dewas KPK" di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (12/11/2019).

Antasari menuturkan, agar kinerja Dewas KPK profesional maka harus diisi dari berbagai kalangan dengan latar belakang yang berbeda, seperti profesi wartawan. Antasari menilai profesi wartawan bisa mengisi Dewas KPK karena mata yang dimilki wartawan sangat tajam. Selain itu telinga wartawan juga banyak sehingga memiliki banyak informasi yang perlu digali dan didalami.

Selain itu, komposisi Dewas KPK juga harus diisi oleh pihak yang mengetahui selak - beluk KPK. Oleh karena itu orang - orang internal atau mantan komisioner KPK juga layak untuk menjadi Dewas. Karena dalam kinerjanya nanti Dewas juga harus mengetahui sistem dan permasalahan yang dihadapi KPK. Dengan adanya Dewas maka berbagai pertanyaan negarif dari masyarakat terkait keberadaan KPK bisa dihilangkan.

"Adanya Dewas maka berbagai perkara yang selama ini mangkrak di KPK bisa dituntaskan baik ditingkat penyelidikan dan penyidikan," paparnya.

Terkait banyak kasus mangkrak di KPK, sambung Antasari, maka ketika Firli Bahuri terpilih menjadi Komisioner KPK periode 2019 - 2024 maka ia langsung meminta agar segera menuntaskan berbagai kasus yang mangkrak. Oleh karena itu agar kinerja Firli dan 4 Komisioner KPK lainnya sesuai koridor maka diperlukan Dewas KPK. "Jadi adanya Dewas akan membuat KPK rapih," tegasnya.

Sementara itu anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDIP Trimedya Panjaitan mengatakan, mengingat anggota Dewas KPK baru pertama kali dipilih Presiden maka diharapkan Presiden melakukan uji kepatutan secara terbuka. Seperti ketika Presiden memilih Wakil Menteri (Wamen).Trimedya pun menyarankan ketika anggota Dewas KPK terpilih jangan mengenakan baju putih. Karena baju putih identik dengan orang - orang Jokowi. 

""Banyak hal yang perlu diperbaiki di KPK. Makanya anggota Dewas harus kredible karena kewenangannya nanti luar biasa. Intinya jangan sampai keberadaam Dewas membuat kinerja KPK lambat tapi harus cepat. Adanya Dewas maka ke depan penentuan tersangka jangan melalui voting. Kasihan juga nasib oramg ditentukan voting," paparnya.

Mantan hakim Komisi Yudisial (KY) Abbas Said juga mendukung adanya Dewas KPK. Anggota Dewas KPK harus diisi oleh orang - orang yang kafabel sehingga keberadaannya tidak membuat KPK lemah. Oleh karena itu keberadaan Dewas harus bisa memberikan informasi. Sehingga keberadaan Dewas bisa membantu KPK dalam pemberantasan korupsi.Orang - orang yang duduk di Dewas juga harus berpengelamannya dan bukan hanya sekedar bergelar sarjana. 

"Jangan takut dengan keberadaan Dewas karena adanya Dewas maka membuat KPK menjadi lebih kuat," tandasnya.