Buronan Kejati Lampung Dibekuk di SPBU Bengkulu

zamzam
 Buronan Kejati Lampung Dibekuk di SPBU Bengkulu

Jakarta, HanTer - Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu bersama Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung mengamankan Hari Kurniawan, salah satu DPO pelaku kejahatan berasal dari wilayah hukum Kejati Lampung.

Pria kelahiran 20 Februari 1985 itu diamankan
sedang berada di SPBU Sebakur Bengkulu, Jumat ( 8/11/2019).

"Penangkapan ini merupakan buron ke-145 hingga saat ini November 2019. Dan sejak program tabur 32.1 diluncurkan oleh Kejaksaan tahun 2018 sudah mencapai 352 buron yang berhasil diamankan oleh Kejaksaan RI dari berbagai wilayah," ujar Kapuspenkum Kejagung Mukri di Kejagung, Jumat (8/11/2019).

Hari merupakan terpidana atas kasus tindak pidana korupsi  pengadaan alat kesehatan pada Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Tahun Anggaran 2013 pada saat itu terpidana sebagai Direktur PT.Panca Artha Mandiri selaku pelaksana proyek pekerjaan pengadaan alat kesejatan tersebut.

Ketika persidangan di Pengadilan Tindak PIdana Korupsi ( Tipikor ) pada Pengadilan Negeri Tanjung Karang di Bandar Lampung dilakukan pemeriksaan perkara tanpa kehadiran yang bersangkutan ( in absentia ) dan diputus bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dengan vonis penjara selama 5 (lima) tahun dan denda Rp 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) subsidiair 3 (tiga) bulan kurungan dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengajukan upaya hukum Banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Tinggi Tanjungkarang dan diterima pengajuan bandingnya.


Berdasarkan putusan Pengadilan Tinggi Tipikor pada Pengadilan Tinggi Tanjungkarang Nomor : 5 / PID.SUS –TPK / 2018 / PT. TJK tanggal 29 Maret 2018 dengan amar putusannya menguatkan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Tanjungkarang Nomor : 48 / Pid.Sus – TPK / 2017 / PN.TJK tanggal 25 Januari 2018.

Sehingga atas dasar tersebut JPU langsung melakukan pencarian keberadaan terpidana semenjak putusan Pengadilan Tinggi tersebut di bulan Maret 2018 hingga saat ini tertangkap di wilayah Bengkulu.
¬
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan nya, buron terpidana yang telah terbukti bersalah melanggar pasal 2 ayat (1) jo. pasal 18 ayat (1) huruf b UU.RI.NO. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU.RI.NO. 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP tersebut, saat ini terpidana langsung dibawa dari Bengkulu menuju ke Bandar Lampung untuk menjalani masa hukumannya.