Komang Koheri: Ingin Wukudkan Bangsa dan Negara Lebih Maju

Safari
Komang Koheri: Ingin Wukudkan Bangsa dan Negara Lebih Maju
Anggota Komisi VIII DPR RI Komang Koheri

Jakarta HanTer - Keinginan Anggota Komisi VIII DPR RI Komang Koheri sangat mulia. Politisi dari PDIP ini ingin mewujudkan tempat ibadah semua agama dibangun di kawasan Parlemen, Senayan, Jakarta. Sehingga keberadaan rumah ibadah nantinya bisa memperlihatkan simbol keberagaman agama yang ada di Indonesia.

"Kalau tempat ibadah tidak ada bagaimana? Kan kawasan DPR/ MPR ini rumah rakyat. Seharusnya rumah ibadah di sini semua ada, karena kita adalah satu dalam keragaman," ujar Komang Koheri di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (7/11/2019).

Guna mewujudkan keinginannya tersebut, maka Komang pun akan mendorong Kementerian Agama (Kemenag) untuk mengalokasikan anggaran untuk pembangunan rumah ibadah di Gedung DPR/ MPR. Apalagi Gedung DPR/ MPR merupakan perwujudan Bhineka Tunggal Ika. Dengan rumah ibadah nanti maka bisa memperlihatkan simbol berbangsa dan bernegara.

"Kan yang datang ke sini masyarakat dari mana saja. Bisa saja konsepnya berderet, seperti di Palembang. Kan itu sangat menyejukkan," ujar politisi kelahiran Lampung ini.

Lelaki yang lahir dari keluarga petani memaparkan, sejak awal mencalonkan diri sebagai anggota DPR, ia memang berkeinginan untuk membangun bangsa dan negara, agar lebih maju, sejahtera dan gemah ripah loh jinawi. Oleh karena itu dengan menjadi perpanjangan tangan rakyat Indonesia di parlemen maka ia akan berbicara banyak untuk kepentingan rakyat Indonesia. 

"Kebangsaan ini dibangun bukan oleh satu golongan. Oleh karena itu, semua golongan harus menyatukan persepsi cita-cita bangsa dan negara," tegasnya.

Tentu untuk mewujudkan itu, ujar Komang, harus dengan mengimplementasikan Pancasila dan mewujudkan nilai-nilai kemanusiaan. Oleh karena itu semua saling berkaitan seperti yang tercantum dalam lima sila di Pancasila. "Tanpa persatuan juga kita tidak bisa mewujudkan nilai-nilai kemanusiaan. Begitu pula dengan kerakyatan, rakyat percaya pada proses pemilu," katanya. 

Ia mencontohkan, salah satu perwujudan sila keempat yakni "Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam pemusyawaratan perwakilan”  adalah dirinya yang terpilih dari kalangan masyarakat tidak mampu. Dengan keterbatasan biaya politik, bisa terpilih pada pesta demokrasi Pileg 2019. "Tanpa pemilu, saya tidak akan duduk di sini. Saya bukan anak pejabat, saya hanya anak petani," bebernya.

Komang menegaskan, duduk di Komisi VIII ia memiliki program prioritas kemanusiaan. Bisa menelurkan dalam program bantuan sosial, bukan semata proyek mencari keuntungan sendiri atau partai. Tentu seluruh komponen baik kementerian dan DPR harus mampu menegakkan nilai luhur kemanusiaan.

"Kalau semua komponen sudah menyentuh nilai-nilai kemanusiaan, maka tujuan kemanusiaan itu bakal yakin terwujud," ungkapnya.