Politisi Wanita Termuda di Senayan Siap Tuntaskan RUU yang Tertunda

Safari
Politisi Wanita Termuda di Senayan Siap Tuntaskan RUU yang Tertunda
Hillary Brigitta Lasut

Jakarta, HanTer - Nama Hillary Brigitta Lasut, politisi termuda dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem) semakin familiar di Gedumg Parlemen, Senayan, Jakarta. Apalagi, Brigitta sapaan akrab gadis berusia 23 tahun ini dipercaya duduk di Komisi III, DPR RI. Komisi yang bersentuhan dengan hukum. Ia pun siap memprioritas pengesahan produk legislasi sesuai Prolegnas.

 

"Kita akan fokus yang jadi prioritas. Kan kemarin ada yang tertunda, pokoknya sesuai Prolegnas. Kita juga akan pastikan UU di Prolegnas nanti," ujar Brigitta yang ditemui Harian Terbit belum lama ini.

 

Brigitta menyebutkan, beberapa UU yang tertunda di antaranya UU KUHP dan UU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS). Menjadi anggota termuda di Komisi III, menurut Brigitta akan banyak belajar dari anggota DPR yang lebih senior. "Kita akan kejar yang lebih urgent. Seperti kemarin kita selesai melakukan fit and proper test Kapolri baru sesuai standarisasi," ungkapnya.

 

Standarisasi pemilihan Kapolri baru, menurutnya bukan pilihan politik. Karena, fit and proper test sudah memenuhi standar. "Kalau enggak memenuhi standar, dalam fit and proper test calon pasti akan gugur," katanya.

 

Brigitta mengungkapkan, ingin sekali menciptakan perubahan. Usia muda, dikatakan Brigitta menjadi tantangan. Sebagian orang tidak sedikit meremehkan kemampuannya. Ia maju menjadi anggota DPR, karena terinspirasi orang tua. Dengan menjadi anggota dewan, ia bisa melakukan perubahan dari dalam DPR.

 

"Saya sebagai anak muda ingin menunjukkan kapabilitas dan kemampuan dengan masuk di Komisi III kepada masyarakat," ucapnya.

 

Berada di Komisi III, masih ujar Brigitta, ia bisa konsen mengurusi hukum, HAM, dan keamanan. Bukan tanpa alasan kenapa Hilary mau berada di Komisi III. Pendidikan hukum yang telah diselesaikannya menjadi alasan bagi dirinya cocok di komisi tersebut.

 

Hillary Brigitta Lasut yang lahir di Kota Manado pada 22 Mei 1996 diketahui merupakan sarjana hukum lulusan Universitas Pelita Harapan (UPH) tahun 2018. Belakangan ia melanjutkan pendidikannya ke Washington University buat meraih gelar S2 jurusan hukum internasional.

 

"Yang sulit sampai sekarang saya belum bisa mengatur waktu. Agak susah, semua masih terbengkalai," ujarnya.

 

Bahkan, karena waktu ia mendapatkan komplain dari teman-teman dan keluarga. Saat ini, ia tengah mengatur waktu, agar semua kegiatan pribadi dan waktu untuk wakil rakyat tidak kocar-kacir. "Semua pada komplain, kocar kacir," ucapnya.

 

Tidak hanya menjalani pendidikan akademis, Hillary Brigitta Lasut berpengalaman dalam berorganisasi. Wanita berusia 23 tahun ini pernah menjadi Ketua OSIS waktu SMA. Ia juga aktif di Himpunan Mahasiswa Fakultas Hukum UPH. Terakhir, ia menjadi bagian dari Garda Pemuda Partai Nasdem.

 

"Awalnya, saya tidak yakin terpilih. Karena, lawan-lawan politik saya petahana dan publik figur," pungkasnya.