Menteri ESDM: Penggunaan EBT di Indonesia Masih Sangat Minim

Danial
Menteri ESDM: Penggunaan EBT di Indonesia Masih Sangat Minim
Meningkatkan penggunaan energi terbarukan, pemerintah menggelar The 8th Indonesia EBTKE CoNex di JIEXpo Kemayoran, Jakarta, mulai Rabu 6 November hingga Jumat 8 November 2019.

Jakarta, HanTer - Meningkatkan penggunaan energi terbarukan, pemerintah menggelar The 8th Indonesia EBTKE CoNex di JIEXpo Kemayoran, Jakarta, mulai Rabu 6 November hingga Jumat 8 November 2019.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif dalam sambutannya mengatakan porsi penggunaan energi baru terbarukan (EBT) di dalam negeri masih sangat minim.

"Indonesia memiliki potensi sumber energi baru terbarukan dan konservasi energi (EBTKE) mencapai 400 gigawatt (GW). Namun yang termanfaatkan baru mencapai delapan persen, masih sangat minim. Sumber EBT menurut info ada 400 GW, ini akan saya hitung lagi dan baru terealisasi delapan persen atau 32 GW," ujar Arifin di hadapan peserta dan pengunjung serta para jurnalis di di JIEXpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Menurut Arifin, seharusnya dibuat perencanaan yang lebih optimal dalam meningkatkan pemanfaatan EBT. Menurut dia hal ini bukan hanya tugas pemerintah, namun juga seluruh pemangku kepentingan, termasuk dunia usaha.

"Indonesia telah ikut serta dalam kesepakatan atau perjanjian di Paris untuk mengurangi emisi gas rumah kaca yang disebabkan yang salah satunya disebabkan oleh gas buang energi fosil. Komitmen Indonesia dalam mewujudkan kesepakatan di Paris yakni dengan menargetkan bauran penggunaan EBT mencapai 23 persen di 2025," paparnya.

Selain itu, Indonesia EBTKE CoNex 2019 merupakan salah satu agenda penting dan bermanfaat untuk menentukan arah pemanfaatan energi nasional dalam jangka panjang. Pemanfaatan energi baru terbarukan dalam bauran energi nasional masih minim, tahun 2018 lalu, paling tidak EBT menyumbang sekitar 8% saja.

Sementara itu, Ketua Umum Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Surya Darma mengatakan, untuk mendorong EBT sebaiknya Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) Arifin Tasrif dibantu oleh wakil menteri yang khusus menangani EBT.

METI adalah sebuah wadah yang terdiri dari pengusaha, profesional, hingga akademisi. "METI pernah menyampaikan dalam sebuah pemikiran alangkah baiknya Presiden menunjuk seorang mungkin Wakil Menteri ESDM yang khusus menangani EBT," ujar Surya.

Di lokasi pameran, Dita, mahasiswi Universitas Diponegoro mengatakan energi terbarukan harus lebih luas lagi cakupan pemanfaatannya yang harus terus mendapat perhatian dan dukungan dari pemerintah.

Dita bersama rekannya adalah satu diantara banyaknya peserta dalam pameran EBT ini, dimana Dita telah mempresentasikan karya tentang batrei yang mampu menyimpan energi listrik dengan kapasitas besar.