Persiapkan Anies Untuk Pilpres 2024: Poros Nasdem, PKS, PAN VS Megawati-Prabowo, Siapa Paling Kuat?

sammy
Persiapkan Anies Untuk Pilpres 2024: Poros Nasdem, PKS, PAN VS Megawati-Prabowo, Siapa Paling Kuat?

Jakarta, HanTer - Prilaku politik Partai NasDem kerap menjadi sorotan berbagai kalangan. Berbagai persepsi pun kerap timbul, mulai dari arah politik dua kaki hingga niat membentuk poros baru guna melawan poros Megawati dan Prabowo di kontestasi politik mendatang.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menyoroti langkah Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh yang mulai safari ke luar partai koalisi.

Adapun Paloh sudah bertemu PKS yang merupakan lawan dalam Pilpres 2019. Partai ini juga berencana bertemu PAN dan Demokrat.

Adi menilai, NasDem sedang mencari teman baru di luar koalisi guna menjaga keseimbangan politik. "Tentunya NasDem ingin mencari teman baru karena. Terutama sejak awal pembentukan kabinet, Koalisi Jokowi mulai menampakkan gejala tak solid," ujar Adi di Jakarta, Senin (4/11/2019).

Selain itu, ia melihat manuver partai itu dinilai untuk membangun jembatan untuk kebutuhan politik jangka pendek dan panjang. Jangka pendek, kata Adi, merujuk pada Pilkada Serentak 2020. Sementara jangka panjangnya, lanjut dia, menuju pemilu 2024.

"Tentu NasDem sedang berhitung dan sudah membaca parpol mana yang iman politiknya seirama. Mereka mencari suasana baru politik karena konfigurasi politik ke depan tentu dinamis," ujar Adi.

Untuk jangka panjang, Adi memprediksi ada proyek besar yang ingin dilakukan NasDem. Yaitu, ingin membentuk satu poros kekuatan politik baru di luar Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

Sementara itu, pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin, menilai, NasDem sudah mulai tidak nyaman berada dalam koalisi Jokowi. Sehingga, mulai mencari-cari teman baru di luar koalisi. "Manuver mereka awalnya karena kecewa, bahwa Jaksa Agung tidak diberikan ke NasDem, malah ke PDIP," ujar Ujang.

Rekrut Anies

Pengamat politik Ray Rangkuti melihat adanya keinginan Partai NasDem merekrut Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menjadi Calon Presiden (Capres) pada Pilpres 2024 mendatang. Hal itu nampak saat mengundang mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu hadir dalam Kongres NasDem, pada 8-11 November 2019.

Anies dijadwalkan akan membuka kongres sekaligus menyampaikan ucapan selamat datang kepada peserta kongres NasDem yang berasal dari sejumlah daerah.

"Jelas, langkah Nasdem ini bagian dari upaya untuk membulatkan dukungan bagi Anies di pilkada berikut, bahkan bisa jadi sampai capres 2024," ujar Ray Rangkuti di Jakarta, Senin (4/11/2019).

Adapun bukan kali pertama Nasdem melakukan rekrutmen calon kepala daerah atau Calon Presiden dari orang luar kader partai, yang dianggap memiliki basis eletoral kuat. Ia mencontohkan, salah satunya adalah Ridwan Kamil di Jawa Barat.

Jauh sebelum tahapan pilkada dimulai, Nasdem telah memberi sinyal dukungan kuat bagi Ridwan Kamil untuk dicalonkan sebagai Calon kepala daerah Jabar.

"Dan memang hal itu dilakukan. Di Jakarta, kiat ini juga mulai dilakukan Nasdem. Kali ini hal yang sama juga mulai dijajaki dengan Anies," jelas Ray.

Menurutnya, semua langkah ini sudah diperhitungkan. Termasuk silaturrahmi Ketua Umum NasDem Surya Paloh ke PKS beberapa hari lalu.

"Bagian dari langkah konsolidasi yang dimaksud. Sejauh ini, sebagaimana diketahui, PKS adalah partai paling dekat dengan Anies. Sejak hubungan dengan Gerindra mulai terlihat agak merenggang," kata Ray.

Langkah ini juga imbuh dia, cerminan makin renggangnya hubungan Nasdem dan PDI Perjuangan.

"Dan PDI Perjuangan adalah salah satu partai paling berambisi untuk mencalonkan capres mereka di pilpres 2024 dan untuk itu mereka harus meraih kursi DKI juga," jelasnya.

Champion Politik

Pengamat Politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio, melihat Partai NasDem sedang membina hubungan dan komunikasi erat dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk kepentingan Pilpres 2024 mendatang.

"Anies ini kan salah satu champion di politik. Pasti NasDem tidak ingin ketinggalan mendapatkan atau menjalin kerjasama kuat dengan champion politik ini," ujarnya di Jakarta, Senin (4/11/2019).

Pendiri lembaga analisis politik KedaiKOPI ini mengungkapkan, hal yang sama juga terjadi saat NasDem mendompleng popularitas Joko Widodo (Jokowi) selama dua kali Pilpres.

"Cara ini wajar dan pragmatis yang berguna mengingat Surya Paloh lulusan Golkar. Jadi ini garis politik yang memang juga diambil Golkar selama ini, yakni berada di jalur kekuasaan. Jadi wajar saja langkah ini, timbang dituduh menelikung, mending membina hubungan baik sejak dini," jelas Hendri Satrio.

Namun dia memberikan catatan, realisasi dukungan di pilpres 2024 sangat tergantung kepada Anies.

Menurut dia, Anies harus bisa menjaga posisinya dan elektabilitasnya. Terlebih, pada tahun 2022 nanti masa tugas Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta akan selesai. "Jadi masih ada pilgub dan Pilpres itu pada 2024. Jadi masih ada jeda dua tahun," kata Hendri.

Partai NasDem akan menggelar Kongres di JI Expo pada 8-11 November 2019. NasDem rencananya akan mengundang Gubernur Jakarta Anies Baswedan ke kongres. Tak hanya mengundang, NasDem juga meminta Anies untuk membuka Kongres Partai.

"Iya Pak Anies kan gubernur DKI, sebagai gubernur dia," ujar Ketua DPP NasDem Willy Aditya di Kawasan, Menteng, Jakarta, Sabtu, (2/11/2019).

Anies menurut Willy diundang dengan kapasitas sebagai Gubernur DKI Jakarta. Pada kongres Nanti, Anies akan membuka kongres sekaligus menyampaikan ucapan selamat datang kepada peserta kongres NasDem yang berasal dari sejumlah daerah.

"Ya sebagai kepala daerah ya mengatakan 'Welcome, selamat datang ke Ibukota Negara' itu suatu hal yang wajar,"katanya.

Selain itu NasDem juga akan mengundang sejumlah Kepala Daerah yang diusung NasDem, salah satunya yakni Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawangsa. "Akan ada bu Khofifah juga, tapi mas Anies yang akan membuka acara," pungkasnya.

Sebelumnya hubungan NasDem dengan Anies mulai mesra, saat Gubernur Jakarta itu diundang ke DPP NasDem Juli lalu. Pertemuan itu bahkan dikabarkan membuat hubungan antara NasDem dengan PDIP merenggang.

Bahkan, sejumlah pengamat menilai bahwa pertemuan tersebut merupakan bagian dari manuver NasDem menuju 2024, karena dalam waktu yang hampir bersamaan Ketua Umum PDIP mengundang Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto ke rumahnya di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta.

Pertemuan antara pimpinan NasDem dengan PKS beberapa waktu lalu, kemudian dikaitkan dengan pertemuan Anies dan Paloh. Karena PKS merupakan salah satu partai pengusung Anies di Pilkada DKI 2017 lalu.