Kasus Kupedes Fiktif BRI; Kejati Jateng Kembangkan Penyidikan

zamzam
Kasus Kupedes Fiktif BRI; Kejati Jateng Kembangkan Penyidikan

Jakarta, HanTer - HanTer - Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Tengah Yunan Harjaka membenarkan pihanyak tengah melakukan pengembangan penyidikan kasus dugaan korupsi Kredit Umum Pedesaan atau Kupedes Fiktif BRI unit Kendal merugikan negara Rp2 miliar.

"Siapapun yang terlibat, tentunya akan diproses secara hukum. Biarkan tim penyidik bekerja secara profesional dan proporsional," ujar Yunan kepada Harian Terbit, Jumat (1/11/2019). 

Sebelumnya tim penyidik telah menetapkan Marketing dan analisis mikro (Mantri) BRI Kendal inisial (YY) sebagai tersangka.

"Kita sudah memeriksa saksi-saksi sebanyak 52 orang, kemungkinan akan bertambah tersangka baru, ada 2 hingga 3 tersangka lagi, kemungkinan,” ujar Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jateng, Ketut Sumedana dikutip media lokal.


Modus yang dilakukan (YY) yakni melalui pengajuan persyaratan kredit fiktif.


“Modusnya dia mengajukan persyaratan -persyaratan fiktif dengan mengambil persyaratan yang lama, diperbaiki kembali sehingga membuat pengajuan baru, termasuk angunan-angunan yang lama dimintain,” katanya.

Dari total 1,9 miliar dana ini digunakan untuk keperluan pribadi dan bersenang- senang.

“Uangnya katanya untuk perempuan WIL, untuk beli rumah, beli motor, ada sebagian juga untuk pacarnyalah,” tandasnya.

Dijelaskan dalam melancarkan aksinya (YY) tak sendiri, terdapat 2 orang rekannya yang berperan dalam mengurus kredit dan dimungkinkan dapat menjadi tersangka.


“Ada 2 orang yang mengurus masing masing ada yang dapat fee tergantung pengajuan kreditnya ada yang Rp 1 juta, 2 Juta,” ungkapnya.

Ketut menyebut jika memungkinkan akan menyita rumah dan barang berharga lain untuk mengembalikan kerugian negara yang sementara masih kurang Rp 1,7 miliar.

#Kasus   #Fiktif   #BRI   #Jateng