e-KTP, Kartu Smart yang Memiliki Banyak Manfaat

Safari
e-KTP, Kartu Smart yang Memiliki Banyak Manfaat
Ilustrasi e-KTP

Jakarta, HanTer - Keberadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP)  yang pertama kali dibuat oleh konsorsium Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI). Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang percetakan sebagai pemenang tender proyek e-KTP Kementerian Dalam Negeri (Kemedagri), ternyata memberikan sumbangan yang sangat besar bagi negara.

Sebagai identitas resmi penduduk Indonesia, e-KTP  memiliki manfaat yang sangat besar bagi system administrasi kependudukan nasional yang modern dan canggih.

e-KTP yang ukurannya sama dengan kartu kredit ini didesain dengan teknologi terkini dengan memadukan antara kartu yang terbuat dari PET-G (Polyethylene Terephthalate-Glycol) yaitu bahan baku, semacam plastik polimer, dari kartu yang dipakai sebagai kartu e-KTP. Cip nirkontak juga menyimpan data-data biometrik terenkripsi yang tertanam di dalam e-KTP.  Secara fisik e-KTP  didesain untuk memiliki daya tahan terhadap tekanan, temperatur panas dan dingin serta tidak mudah rusak meski digunakan bertahun-tahun. 

Untuk memberikan maanfaaf yang maksimal, saat ini Kemendagri juga berencana menaikan memory cip yang ada di e-KTP dari 8 kb menjadi 32 kb. Dengam ruang memori tambahan tersebut maka mitra - mitra institusi pelayanan publik dari Kemendagri, dapat memanfaatkannya dengan menyimpan data di cip e-KTP untuk mendukung aplikasi terkait dengan proses bisnis, misal aplikasi e-health, e-welfare, e-subsidi, e-voting, kartu kepesertaan elektronik, dan lainnya.

"Bicara tentang cip e- KTP, keamanan dari chip dengan perluasan ruang memori tersebut, minimal sama atau lebih dari existing cip e-KTP. Jadi secara elektronik, cip-nya sangat susah dipalsukan," ujar Perekayasa Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Gembong Wibowanto, MSc di Jakarta, Jumat (1/11/2019).

Gembong menegaskan, teknologi e-KTP juga tidak bisa dipalsukan ataupun digandakan, lantaran setiap data yang terekam berisi sidik jari dan irish mata pengguna yang berbeda satu sama lain. Tingkat akurasi e-kTP sangat bisa diandalkan karena sidik jari di dunia ini tidak ada yang sama, meski  kedua orang tersebut kembar. Apabila satu orang penduduk sudah terdaftar e-KTP di satu daerah, maka ia tidak akan bisa membuat e-KTP di wilayah lain, karena datanya sudah terekam dalam data center nasional kependudukan Kemendagri. 

Bagi Negara sendiri, e-KTP memberikan manfaat bagi system administrasi kependudukan (SIAK) yang online dari data center ke semua kabupaten dan kecamatan. Dengan adanya data center ini maka akan meningkatkan efektifitas dan efisiensi pelayanan publik oleh lembaga. Lembaga-lembaga yang memerlukan data kependudukan seperti misalnya Polri, PPAT, Pajak, BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan dan Perbankan bisa bekerjasama dengan Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri. 

Bagi aparat keamanan, e-KTP akan membantu proses penegakan hukum dan pencegahan tindak kriminial. Serta membantu proses penangkapan teroris maupun pelaku kejahatan lainnya. Selain itu e-KTP juga sangat berguna  apabila terjadi kecelakaan, jenazah yang sulit dikenali, bisa dilacak identitasnya dengan menggunakan card reader melalui sidik jari.  

Manfaat lain yang penting terkait dengan penyelenggaraan Pemilu, dengan terwujudnya database kependudukan yang akurat, khususnya yang terkait dengan data penduduk wajib KTP yang identik dengan data penduduk potensial pemilih pemilu (DP 4). Maka penyelenggaraan Pemilu yang seringkali bermasalah tidak akan terjadi lagi. Semua warga negara Indonesia yang berhak memilih terjamin hak pilihnya. 

Penggunaan e-KTP yang merupakan kartu pintar nirkontak sebagai kartu identitas electronik merupakan langkah yang strategis bagi optimalisasi layanan adminsitrasi pemerintahan dan layanan publik secara elektronik.  Teknologi kartu pintar pada e-KTP sendiri memungkinkan  untuk mengembangkan manfaaat e-KTP dari fungsi dasar sebagai identitas menjadi multi fungsi yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan. 

Misalnya menggunakan kartu e-KTP untuk kartu jaminan kesejahteraan sosial, kartu subsidi BBM seperti subsidi LPG 3 kg, kartu bantuan langsung tunai, kartu e-money, kartu debet, kartu kepesertaan elektronik atau fungsi lainnya yang membawa manfaat besar bagi banyak orang. Jadi sebenarnya cukup dengan satu kartu e-KTP tidak diperlukan lagi bermacam-macam kartu.

"Nilai tambah utama dari kartu e-KTP saat ini dan e-KTP multiguna adalah tersedianya fitur otentikasi identitas berbasis sidik jari dan tersimpannya data multiguna di cip e-KTP secara aman. Otentikasi identitas wajah berbasis foto wajah yang tersimpan aman di dalam cip, sebagai validasi otentikasi foto yang tercetak di kartu e-KTP,  melindungi usaha tampering atau mengubah foto wajah yang tercetak di permukaan kartu e-KTP," jelasnya.

Secara garis besar pemanfaatan muti fungsi e-KTP bisa dilakukan dengan cara, pertama adalah off card, yakni aplikasi yang menggunakan e-KTP dengan memanfaatkan data yang sudah ada di dalam e-KTP, dengan tidak merubah data apapun yang ada di dalamnya. Pengembang aplikasi perlu menyiapkan system tersendiri untuk mengelola informasi atau mengkoneksikan data ke system.
Kedua, on card, aplikasi yang  ingin menggunakan e-KTP dapat menanamkan program di dalam e-KTP dalam jumlah tertentu, sebagai bagian dari system yang ingin dikembangkan. 

Misalnya dengan menjadikan e-KTP sebagai alat bayar, maka pengembang aplikasi tinggal menambahkan fitur pembayaran yang tertanam dalam chip e-KTP. sehingga bisa terkoneksi dengan lembaga keuangan, seperti perbankan, toko-toko dan sebagainya. E-KTP dapat digunakan sebagai uang elektronik (e-money), jika aplikasi e-money diinstall di e-KTP Multiguna. Namun perlu penyesuaian teknis dari Cip e-KTP agar dapat kompatible dengan aplikasi e-money. 

"Selain itu juga perlu mengacu pada syarat dan ketentuan Bank Indonesia sebagai lembaga otoritas alat pembayaran elektronik. Namun e-KTP sebagaI alat pembayaran, walaupun menambahkan kenyamanan pemilik e-KTP, berpotensi e-KTP diincar orang lain, karena tersimpan suatu nilai uang. walaupun adanya batasan maksim nilai suatu e-money," papar ayah dua anak yang tercatat sebagai Anggota Tim Perekayasa e-KTP multiguna ini.

Gembong menuturkan, pemanfaatan dan keamanan e-KTP yang sekarang akan optimal apabila menggunakan alat pembaca e-KTP (e-KTP reader) untuk mengakses data demografik dan sidik jari di dalam cip e-KTP. Untuk itu perlu peningkatan perluasan alat pembaca e-KTP agar tersedia lebih luas. Secara teknis agar e-KTP reader dapat membaca cip kartu e-KTP diperlukan SAM (secure access module). Analoginya adalah handphone perlu kartu SIM untuk dapat mengakses jaringan telko provider.

Tanpa kartu SIM, handphone tidak dapat berfungsi. Demikian juga dengan e-KTP reader, diperlukan kartu SAM di dalam e-KTP reader untuk bisa baca e-KTP. Persedur dan aktivasi Kartu SAM dikontrol oleh Dukcapil Kemendagri. 
Produsen e-KTP reader perlu berkoordinasi dengan Kemendagri untuk mengaktifkan SAM.
(Kemendagri melakukan personalisasi SAM e-KTP). Dengan demikian distribusi e-KTP reader yang operasional (dengan kartu SAM di dalamnya) terkendali dan terpantau.

Adanya penawaran di toko online, dan sebagainya, mungkin hanya sarana marketing. Karena untuk mengoperasikan e-KTP reader perlu SAM yang terkendali dan terpantau. Jika terjadi penjualan atau pembelian e-KTP reader, maka harus request perso SAM ke Dukcapil. jika penjualan atau pembelian e-KTP reader tanpa SAM, maka tidak dapat untuk membaca cip e-KTP.

Memori cip e-KTP idealnya sesuai dengan kebutuhan perencanaan pemanfaatan e-KTP menjadi e-KTP multiguna. Misalnya, direncanakan untuk mendukung sejumlah mitra institusi yang memanfaatkan memori e-KTP multiguna dan juga mendukung aplikasi terkait dengan proses bisnis mitra Institusi pengguna e-KTP Multiguna, misal aplikasi e-health, e-welfare, e-subsidi, e-voting, e-money, kartu kepesertaan elektronik, dan lainnya. Dengan perencanaan tersebut didapat memori cip e-KTP yang ideal.

Cip e-KTP menggunakan teknologi komunikasi nirkontak (contactless), yaitu untuk pembacaan cip tidak perlu harus diinsert ke dalam reader. E-KTP reader cukup ditempelkan atau didekatkan sudah dapat berkomunikasi dengn cip e-KTP. Prinsipal produk chip KTP saat ini adalah NXP (Belanda), STMicro (Perancis) dan Infineon (Jerman).

"Kami apresiasi kepada Kemendagri yang memberikan dukungan dan bekerja sama dengan BPPT dalam mengupayakan e-KTP multiguna," pungkasnya.