Sri Mulyani dan SYL Penuhi Panggilan Presiden Jokowi

Oni
Sri Mulyani dan SYL Penuhi Panggilan Presiden Jokowi

Jakarta, HanTer - Sri Mulyani Indrawati turut menjadi orang yang dipanggil Presiden Joko Widodo jelang pengumuman Kabinet Jilid II. Sri Mulyani datang ke Istana di hari kedua pemanggilan sejumlah tokoh yang akan membantu Presiden sebagai Menteri, Selasa (22/10/2019).

Sri Mulyani yang mengenakan blus putih lengan panjang dengan celana hitam sambil membawa tas tenteng kecil warna hitam tiba di istana kepresidenan pukul 09.00 WIB.

Tidak ada kata yang dikeluarkan saat pewarta melemparkan pertanyaan kepadanya.

Selain Sri Mulyani, Presiden juga memanggil mantan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo sebagai calon menteri yang akan membantunya pada periode kedua 2019-2024.

Yasin Limpo tiba di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa sekitar pukul 09.30 WIB, melalui pintu Kementerian Sekretariat Negara.

Politikus Partai Nasdem itu tampak mengenakan kemeja putih lengan panjang dan celana panjang warna hitam.

Sebelumnya pada Senin (21/10), Presiden Jokowi sudah memanggil 11 orang ke istana kepresidenan. Mereka adalah Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, CEO dan pendiri Gojek Nadiem Makarim, Komisaris Utama NET Mediatama Televisi Wishnutama, pendiri Mahaka Group Erick Thohir, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.

Selanjutnya Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, mantan Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo, Komisaris PT Adhi Karya Fajrul Rachman, dan staf khusus Mensesneg Nico Harjanto.

Presiden Jokowi dalam media sosial resminya, susunan kabinet pemerintahan periode mendatang sudah rampung. Mereka tersebar di semua bidang pekerjaan dan profesi akademisi, birokrasi, politisi, santri, TNI dan polisi.

Presiden mengatakan para menteri terpilih adalah sosok yang inovatif, produktif, pekerja keras, serta tidak terjebak rutinitas yang monoton.

Tugas mereka adalah bukan hanya membuat dan melaksanakan kebijakan tapi memastikan masyarakat menikmati pelayanan dan hasil pembangunan.