Saat Pelantikan Jokowi-Maruf, Ratusan PKL Sajikan Dagangan Gratis 

Harian Terbit/Sammy
Saat Pelantikan Jokowi-Maruf, Ratusan PKL Sajikan Dagangan Gratis 
Sejumlah pedagang memanfaatkan momen di pelantikan Presiden dan Wakil Presisen terpilih di gedung Parlemen Senayan, untuk berjualan di pinggir Jalan Gerbang Pemuda, samping Jalan Layang Ladogi saat acara pelantikan presiden dan wakil presiden, Minggu (20/10/2019). Antara

Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) menyajikan dagangannya, antara lain nasi goreng dan minuman untuk dinikmati masyarakat secara gratis. Adapun gerobak-gerobak pedagang telah berjejer sejak pagi di Jalan Merdeka Barat, Minggu (20/10/2019).

Kegiatan itu dalam rangka pelantikan presiden dan wakil presiden. Gerobak pedagang tampak di sejumlah di trotoar depan kantor RRI hingga kantor Kemenkominfo.

Ditiap gerobak pedagang, ada tulisan 'Layak Konsumsi'. Pedagang yang berjualan di Jalan Merdeka Barat ini mayoritas penjual makanan. Terlihat pula, ada satu meja di tiap depan gerobak.

Selain itu, banyak relawan Jokowi-Ma'ruf Amin di tempat ini. Terlihat, para relawan ini sedang memesan makanan. Seorang polisi menjelaskan penyediaan sajian kaki lima secara gratis ini diinisiasi oleh Ketua Panitia Syukuran Inaugurasi Presiden dan Wakil Presiden.

Di sekitar Jalan Merdeka Barat juga terlihat satu panggung kecil, tepatnya di seberang Radio Republik Indonesia (RRI). Beberapa panitia terlihat sedang mengecek sistem tata suara.

Ratusan PKL

Terdapat ratusan PKL yang dipesan khusus untuk menyiapkan makanan gratis bagi masyarakat yang ikut hadir meramaikan acara pelantikan.

Salah satu pedagang yakni Darsito membenarkan hal tersebut. Dirinya mengaku memang diminta untuk berjualan di sekitaran Istana Negara.

"Kemarin kami diminta jualan di dekat Istana Negara sama ajudannya Pak Tito Karnavian," kata Darsito di lokasi.

Tak hanya itu, ia dan para pedagang lain juga telah mendapat bayaran di awal atas dagangan mereka itu. Ia menerangkan, dari pihak Istana Negara sudah membayar dagangan tetsebut. "Per porsi harganya Rp14 ribu. Kalau saya hari ini bawa 200 porsi," terang dia.

Adapun masyarakat yang hadir disana bisa menikmati nasi goreng buatannya secara cuma-cuma alias gratis. "Ya, gratis. Ratusan pedagang ini sudah dibayar sama pihak Istana Negara. Gratis kok, semuanya gratis," ucapnya.

Tak hanya Darsito, ada juga Mulyadin yang juga mengungkapkan hal sama. Ia mengaku diundang untuk ikut memeriahkan acara pelantikan presiden tersebut.

"Oh iya benar. Saya dan teman-teman diundang untuk jualan di dekat Istana Negara. Sudah dibayar oleh pihak Istana Negara," ucapnya.

Selain bagi-bagi makanan gratis, menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024, segala persiapan telah dirancang demi kelancaran acara tersebut. 

Harapan

Harapan dan doa atas pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin, disampaikan sejumlah pedagang kaki lima di kawasan Senayan agar lebih pemerintahan ke depan lebih pro kepada rakyat kecil, khususnya para pedagang kecil pengais rezeki di jalanan.

"Ya semoga bapak presiden lebih memperhatikan nasib pedagang kupat sayur seperti saya ini," kata Aqso (56) pedagang ketupat sayur saat ditemui di bawah Jalan Gerbang Pemuda depan Jalan Layang Ladogi, Minggu.

Aqso mengatakan nasib pedagang kecil seperti dia, sehari-hari berjualan di pinggir jalan harus berhadapan dengan petugas ketentraman dan ketertiban (Trantib) yang siap menyita gerobak miliknya.

Selama 35 tahun sebagai penjual ketupat sayur, Aqso sudah kehilangan 15 gerobak dan 10 gotongan ketupat sayur karena diamankan oleh Trantib. Sehari-hari Aqso berjualan ketupat sayur di kawasan Sudirman, pembelinya merupakan pekerja kantoran yang sudah menjadi pelanggan.

Harapan senada juga disampaikan Syaifudin (55), pria asal Kuningan penjual es cendol yang biasa mangkal di Cawang. "Harapan saya presiden terpilih bisa ciptakan rakyat adil makmur, aman dan sejahtera, jualan jangan digaruk, kasih ruang buat pedagang kecil," kata Syaifudin.