Pengamat: Kepala Bappenas Harus Mampu Bangun Teamwork  untuk Wujudkan Ibu Kota Baru

Safari
Pengamat: Kepala Bappenas Harus Mampu Bangun Teamwork  untuk Wujudkan Ibu Kota Baru
Philips J Vermonte, Ketua Departemen Politik dan Hubungan Internasional Center for Strategic and International Studies (CSIS) disebut-sebut bakal menjadi Kepala Bappenas

Jakarta, HanTer - Pengamat kebijakan publik dari Lembaga Kajian dan Analisa Sosial (LeKAS) Karnali Faisal mengatakan,tantangan Bappenas ke depan tidak lepas dari agenda besar pemindahan ibukota yang baru yakni Jakarta ke Kalimantan Timur. Apalagi jika mengacu pada penuturan Kepala Bappenas saat ini, kajian tentang pemindahan ibukota ini sudah dilakukan Bappenas sejak tahun 2015.

"Itu artinya (pemindahan ibu kota), selama 4 tahun rencana itu dikaji. Selanjutnya bagaimana melaksanakan rencana tersebut," ujar Karnali di Jakarta, Jumat (18/10/2019).

Menurut Karnali, dalam proses pemindahan ibu kota dibutuhkan sosok Kepala Bappenas yang mampu mengimplementasikan konsep tersebut. Oleh karena itu Kepala Bappenas ke depan harus mampu membangun teamwork dengan kementerian-kementerian teknis lainnya. Sehingga proses pemindahan ibu kota negara bisa segera terwujud dan bisa dinikmati oleh semua pihak.

"Philip Vermonte atau siapapun yang dipilih Presiden untuk menduduki jabatan Bappenas tentunya sudah melalui pertimbangan-pertimbangan tertentu. Apalagi dengan agenda besar yakni pemindahan ibu kota negara," jelasnya.

Karnali menilai Philips J Vermonte adalah seorang ilmuwan sosial dan politik, peneliti serta pengajar Indonesia yang tidak diragukan kompetensinya. Apalagi Philips juga merupakan lulusan Universitas Adelaide, Australia, dan aktif mengajar di beberapa universitas di Jakarta. Selain itu Philips juga berprofesi sebagai peneliti senior, dan menjabat sebagai Ketua Departemen Politik dan Hubungan Internasional Center for Strategic and International Studies (CSIS).

"Pengalaman Philips di CSIS menjadi modal bagi dia untuk menakhodai Bappenas. Tentu ada irisan-irisan keilmuan yang bisa dia aplikasikan jika dipilih Presiden menjadi Kepala Bappenas. Meski Philips punya kapasitas tentu saja dia harus banyak menguasai soal-soal teknis pembangunan yang tentu berbeda dari posisi sebelumnya, baik sebagai pengamat maupun riset," tandasnya.

Lebih lanjut Karnali mengatakan,Bappenas punya peran strategis dalam melakukan akselerasi pembangunan. Karena itu ke depan sejauh mana Bappenas menjadi fasilitator dalam pelaksanaan program-program pembangunan yang bersifat lintas sektoral. Oleh karena itu dibutuhkan sosok yang mampu memahami karakter Bappenas ke depannya.