Pengamat: Oposisi Masuk Kabinet Tidak Masalah

Sammy
Pengamat: Oposisi Masuk Kabinet Tidak Masalah
Pertemuan Presiden Jokowi dan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto

Jakarta, HanTer— Pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Ade Reza Hariyadi menilai tidak menjadi persoalan bagi jalannya pemerintahan ke depan jika memang kalangan oposisi ditarik masuk ke dalam kabinet.

"Sebenarnya, dalam politik kita kan tidak dikenal yang namanya oposisi," katanya, saat dihubungi Antara, di Jakarta, Rabu, menanggapi wacana Gerindra mendapat jatah menteri.

Tidak hanya Gerindra, kata dia, seandainya ada partai politik lain yang selama ini bersikap oposisi jika memang dimasukkan dalam kabinet juga tidak masalah.

 Menurut dia, justru bergabungnya kalangan oposisi ini menjadi kesempatan untuk membangun pemerintahan konsensus yang inklusif.

Persoalan muncul, kata dia, sebenarnya karena ada pandangan bahwa harus ada oposisi yang ditafsirkan sebagai kekuatan yang berseberangan dengan pemerintah.

"Justru dengan bergabungnya oposisi ini menunjukkan sinyal politik yang positif. Tidak ada fragmentasi. Stabilitas politik dan sosial lebih mudah dijaga," tuturnya.

Namun, kata dia, bukan berarti kemudian pemerintahan akan kehilangan kekuatan untuk melakukan check and balance, sebab masih ada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). "Nah, bagaimana memfungsikan DPR untuk melakukan kontrol politik yang efektif," ucapnya.

Tak Urgensi

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai tidak ada urgensinya menarik kalangan oposisi, terutama Partai Gerindra ke dalam kabinet pemerintahan.

"Rekonsiliasi itu tidak harus bagi-bagi kekuasaan politik. Tidak harus dapat jatah menteri," katanya, saat dihubungi Antara, di Jakarta, Rabu.

Apalagi, pengajar FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu mengingatkan bahwa Gerindra dalam banyak hal berseberangan dengan kebijakan-kebijakan pemerintah.

Gerindra, kata dia, dalam pemilihan umum menjadi simbol kekuatan oposisi yang menjadi kontrol bagi jalannya pemerintahan saat ini.

"Kalau akhirnya Gerindra dapat posisi menteri, apa yang kemudian bisa dijelaskan kepada rakyat? Semuanya kan jadi seperti dagelan," ujarnya.