Kontroversi 34 Kursi Menteri Untuk 13 Partai

Fadli Zon dan AHY Akan Jadi Menteri

Safari
Fadli Zon dan AHY Akan Jadi Menteri
Politisi Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Presiden Jokowi dan Ketum Partai Demokrat SBY

Jakarta, HanTer - Jelang pelantikan Jokowi-Maruf Amin, desas-desus nama yang akan masuk dalam jajaran Kabinet Kerja Jilid II mulai berhembus. Hingga kini, siapa bakal calon menteri yang akan mendampingi Jokowi lima tahun ke depan masih tetap misterius. Namun disebut-sebut, politisi Gerindra Fadli Zon dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan masuk dalam kabinet Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin.

Soal Fadli Zon jadi menteri disampaikan politikus PDI Perjuangan Kapitra Ampera. Dia  yakin jika Fadli Zon akan masuk dalam kabinet Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin sebagai salah satu menteri.

"Saya yakin Fadli Zon masuk. Ini pendapat pribadi, bukan partai," katanya, usai diskusi Forum Jurnalis Merah Putih "Jokowi di Pusaran Kepentingan, Minta Ini Minta Itu", di Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta, Selasa.

Apalagi, kata Kapitra, Fadli tidak lagi ditunjuk oleh Gerindra menjabat sebagai pimpinan DPR RI yang kini dipercayakan kepada Sufmi Dasco Ahmad.

"Fadli Zon kemarin di DPR mengatakan, 'saya diperintahkan, ada penugasan'. Ini kan bahasa begini biasa dengarnya. Ada penugasan lain, jadi ditarik dari situ," sebutnya.

Menteri Pertanian

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan partainya kemungkinan akan diberikan jatah kursi Menteri Pertanian di kabinet Jokow. Menurutnya, kursi Mentan kemungkinan akan diberikan bila konsep ketahanan pangan yang pernah disampaikan oleh Gerindra diterima oleh Jokowi.

"Ya kalau diterima ya mungkin pos itu (Mentan) yang diberikan," kata Dasco di Jakarta, Rabu (9/10/2019), seraya menyatakan tidak bisa memastikan kursi Mentan bakal diberikan pada Gerindra atau tidak.

Sebelumnya diketahui, Sekretaris Jendral Partai Gerindra Ahmad Muzani sempat membenarkan pembicaraan dan tawaran dari pihak Istana Kepresidenan terkait jatah kursi menteri untuk partainya.

Meski begitu, Muzani menyebut pihaknya tidak serta merta menerima tawaran yang diajukan. Mengingat pada Pilpres 2019 kemarin Partai Gerindra yang mengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno merupakan kompetitor dari penghuni istana saat ini, yakni Jokowi.

"Pembicaraan itu memang ada dan kita tidak bisa pungkiri bahwa ada pembicaraan ada pemikiran di sekitar istana untuk (ajak Gerindra bergabung) itu," kata Muzani di Kompleks Parlemen, Jakarta, kemarin.

Sudah Siap

Wakil Ketua MPR dari Partai Demokrat Syarief Hasan menyampaikan bahwa Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang merupakan putra Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), siap apabila ditunjuk sebagai menteri dalam kabinet Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

“Memang Agus Harimurti Yudhoyono yang paling menonjol saat ini sebagai generasi milenial, yang merupakan kader untuk dipersiapkan memimpin ke depan. Tentunya beliau siap,” kata Syarief Hasan ditemui di Jakarta, Rabu.

Syarief Hasan menyampaikan Partai Demokrat telah menyampaikan 14 konsep kepada pemerintah untuk lima tahun ke depan, terkait perekonomian, daya beli masyarakat, kemiskinan, pengangguran, kebijakan luar negeri, serta kebijakan energi.

“Pada saat Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan konsep itu sangat positif sekali responsnya. Tentunya Presiden akan mensinergikan dengan program beliau. Apakah ada yang sama, bersinggungan atau belum,” ujar Syarief Hasan.

Kendati demikian, ia menyampaikan bahwa Partai Demokrat menghargai hak prerogatif presiden terpilih, Jokowi, dalam menentukan para menteri yang akan membantunya dalam kabinet.

“Jadi tinggal menunggu, siapa yang akan dipilih untuk membantu beliau, di kementerian apa, itu tergantung beliau,” kata Syarif Hasan.

PDIP Tak Kemaruk

Jokowi beberapa waktu lalu mengatakan jumlah menteri dalam Kabinet Kerja Jilid II akan tetap berjumlah 34 orang. Sedangkan jatah untuk partai politik hanya 45 persen.

Sekjen PDI-Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, partainya tidak ingin kemaruk alias rakus dalam meraih jatah menteri di kabinet Presiden-Wakil Presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Adapun komposisi kabinet sendiri disebutnya masih diutamakan dari kalangan parpol koalisi pendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.

"Ya, kata ibu Mega kan (ingin menteri, red) sebanyak-banyaknya. Tetapi kita juga tahu bahwa PDI-Perjuangan ini tidak kemaruk. PDI-Perjuangan memahami bahwa Indonesia harus dibangun dengan bekerja sama dengan seluruh kekuatan elemen bangsa," kata Hasto di Jakarta.

Terkait nama-nama menteri yang diusulkan PDIP untuk kabinet Jokowi mendatang, Hasto mengatakan Jokowi sudah mencermati secara objektif dan mendalam sesuai kebutuhan.

Hasto mengklaim siapapun yang dipilih memiliki semangat untuk mendukung sepenuhnya pemerintahan Jokowi-Ma'ruf, sehingga kepemimpinan para menteri itu menyatu dengan kepemimpinan Presiden.

Lebih jauh soal pos kementerian strategis, PDI-Perjuangan menilai seluruh kementerian sangat strategis dalam kerangka bertanggung jawab terhadap arah kemajuan bangsa. "Jadi jangan dianggap kementerian A lebih strategis, kementerian B lebih strategis," kata dia.

Soal kursi menteri bagi partai oposisi, Hasto mengatakan Presiden Jokowi akan memprioritaskan parpol koalisi.

"Skala prioritas Pak Jokowi adalah mengedepankan terlebih dahulu para menteri terutama yang berasal dari unsur kepartaian Koalisi Indonesia Kerja," klaimnya.