Setahun Lalu, Rizal Ramli Pernah Ingatkan Buzzer Dapat Merusak Demokrasi

Safari
Setahun Lalu, Rizal Ramli Pernah Ingatkan Buzzer Dapat Merusak Demokrasi
Ekonom Rizal Ramli

Jakarta, HanTer-- Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko membuat pernyataan jujur dan mengejutkan. Dia bilang, istana tidak lagi memerlukan buzzer. Bahkan pensiunan jenderal bintang empat ini mengaku sudah menemui sejumlah penggonggong berpengaruh. 

Pada pertemuan tersebut, Moeldoko mengaku sudah meminta para buzzer Jokowi bersifat lebih dewasa dan tidak emosional ketika merespons sesuatu hal. 

"Ya kita melihat dari emosi yang terbangun, emosi yang terbangun dari kondisi yang tercipta itu merugikan. Jadi ya yang perlu dibangun emosi positif lah," kata Moeldoko di Jakarta, Jumat (4/10/2019).

Tokoh nasional dan juga begawan ekonomi Rizal Ramli (RR) adalah satu di antara yang sangat terganggu. September tahun silam dia bahkan sudah mengingatkan agar Jokowi menghentikan atau setidaknya menertibkan para buzzer nya.  

Medio Agustus 2018, Rizal Ramli pernah meminta kepada capres yang akan bertarung pada Pilpres 2019 untuk beradu gagasan ketimbang memelihara buzzer untuk membuat "kebisingan" di media sosial.
Fenomena buzzer, menurut mantan anggota Tim Panel Bidang Ekonomi PBB itu, hanya menjadi perusak demokrasi. Karena, kata Rizal Ramli, celotehan mereka tidak ada isinya, hanya kebisingan yang disebarkan oleh mereka, bukan gagasan.

"Buzzer itu kan orang yang dibayar untuk membuat noise, kebisingan," kata Rizal di kantor PBNU tahun lalu.

"Para capres janganlah pakai buzzer-buzzer lagi, karena semakin banyak buzzer semakin rusak demokrasi kita," tandas pria yang karib disapa RR itu.