Muhidin: Kyai Munahar Muhtar Wagub Alternatif

Anugrah
Muhidin: Kyai Munahar Muhtar Wagub Alternatif
Ketua umum BBM 01, Muhidin Muhtar dan Ketua MUI Jakarta KH. Munahar Mukhtar

Jakarta, HanTer  - Molornya proses pemilihan wakil gubernur (pilwagub) DKI, menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi anggota DPRD periode 2019-2014. Banyak kalangan di Ibukota berharap agar Gubernur DKI Jakarta segera punya pendamping pasca ditinggal Sandiaga Uno.

“Pilwagub DKI ini dari kacamata saya persoalan yang mudah. Tapi ini kok jadi dipersulit seperti ini. Saya melihat ada ketidakcocokan dari Gerindra dan PKS dengan dua nama yang diusulkan untuk dipilih jadi Wagub yakni Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto,” ujar ketua umum BBM 01, Muhidin Muhtar saat berbincang dengan wartawan, Minggu (6/10).

Menurut Tokoh muda betawi ini dengan kompleknya persoalan Ibukota, kehadiran Wagub ini akan sangat membatu sekali tugas-tugas Gubernur dalam melakukan percepatan pembangunan.

“Kasihan Gubernur dibiarkan sendiri memimpin Jakarta yang sarat problem sosial dan problem pembangunan,” ungkapnya.

Oleh karenanya, dikatakan tokoh Petamburan ini, apabila Gerindra dan PKS merasa ada ketidakcocokan dengan dua cawagub yang sudah disodorkan kemeja dewan, bisa ditarik kembali dengan mengusulkan dua nama calon baru.

“Saya kira putra Betawi bisa dijadikan calon alternatif apabila Gerindra dan PKS menarik dua cawagub dengan mengantikan cawagub baru,” usul Muhidin.

“Jangan udah gak bisa kompromi soal wagub kemudian berkeras membiarkan posisi wagub kosong. Dan itu cermin ketidak dewasaan berpolitik,” sambungnya.

Dikatakannya, salah satu putra Betawi yang dimaksud adalah Ketua MUI Jakarta KH. Munahar Mukhtar.

“Saya kira, Ketua MUI Jakarta KH. Munahar Mukhtar layak untuk dipertimbangkan sebagai cawagub. Ketokohan kyai Munahar saya kira tidak perlu diragukan kapasitas dan integritasnya untuk bersama Gubernur membangun Jakarta ke depan lebih baik,” pungkasnya.

Sebelumnya, wakil ketua DPRD DKI dari PKS Abdurahman Suhaimi mengungkapkan pada intinya peluang calon alternatif wakil Gubernur masih terbuka, secara definitif calon yang ada masih dua, dan secara administratif kedua nama yang sudah diajukan sampai sekarang belum ditarik. 

"Namun jika nanti ditarik maka peluang terbuka untuk semuanya," ujarnya usai memberikan materi di forum seminar tentang ekonomi syariah pada ajang kegiatan Jakarta Islamic Festival (JIFest) yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta, Sabtu (21/9/2019) di Masjid Al Hikmah Kebayoran Lama Jakarta Selatan.

Terkait mencuatnya nama KH Munahar Muhtar sebagai pendamping Anies, Suhaimi menilai sangat layak.

“Beliau sangat layak, disamping beliau tokoh DKI, Putra Betawi, keulamaanya juga dikenal oleh masyarakat,” ujarnya.

Menurut Suhaimi, peluang KH. Munahar Muchtar jika nanti dua nama secara administratif ditarik maka sangat terbuka lebar. Adapun kemungkinanya, nanti akan diliat siapa-siapa saja saingannya.

“Secara hak mencalonkan dan dicalonkan siapa saja bisa, adapun seberapa besar kemungkinanya, nanti dilihat siapa saja sainganya, tapi kalau secara hak semua punya hak untuk bebernya. 

Sementara mengenai mekanisme pencalonan wakil Gubernur penganti Sandiaga tentunya harus melalui PKS. “Adapun mekanisme tentu melalui PKS.  Karena itu memang jatahnya PKS,” pungkasnya.