Aksi Unjuk Rasa DPR Dijalani Empat Gerakan dengan Misi Berbeda

Eka
Aksi Unjuk Rasa DPR Dijalani Empat Gerakan dengan Misi Berbeda
Demo di depan Gedung DPR RI (ist)

Jakarta, HanTer - Taufan Hunneman selaku Sekretaris Jenderal (Sekjen) Forum Nasional Bhinneka Tunggal Ika menyebut terdapat empat gerakan yang mempunyai agenda berbeda dalam aksi menentang RUU KUHP kontroversial di depan Gedung DPR pada 24-28 September lalu.

Menurut dia, empat gerakan tersebut antara lain, gerakan mahasiswa, petani dan buruh, gerakan anarkho sindikalis, gerakan politik agama, serta gerakan proxy war. Dimana kesemuanya memiliki kepentingan yang berbeda-beda.

Oleh karena itu, Taufan mengingatkan kepada masyarakat ihwal perlunya pandangan secara objektif melihat realitas saat ini sehingga semua pihak bisa melakukan mapping atas gerakan tersebut dengan skala dan level yang berbeda.

“Untuk gerakan mahasiswa, petani dan buruh, itu merupakan gerakan yang memperjuangkan gagasan dan pikiran yang dianggap tidak sesuai dengan persepsi mereka terkait dengan RUU dan lebih spesifik mahasiswa yang demonstrasi kemarin tidak terlepas dari penolakkan akan revisi UU KPK," kata dia, Sabtu (5/10/2019).

Sementara gerakan anarkho sindikalis, beberapa kali berpartisipasi dalam demonstrasi belakang ini dianggap lebih ideologis sebab gerakan itu anti terhadap sistem dan kemapanan serta mempunyai watak perlawanan jangka panjang.

Lalu, gerakan politik agama, itu ditunjukkan dengan mengusung ideologi berbasis agama. Gerakan ini terus menerus mempromosikan ide gagasannya. Dan yang terakhir, tidak menutup kemungkinan adanya gerakan proxy war. “Gerakan ini ada dua type. Pertama, project lanjutan balkanisasi yang gagal era 1999, kedua terkait pengaruh politik internasional,” sebutnya.

Mahasiswa program doktoral Universitas Brawijaya ini melihat betapa berat tugas Presiden ke depan untuk mengatasi dinamika yang ada saat ini. Di sini ia mempercayakan ke Presiden apakah nanti mengeluarkan Perppu KPK atau revisi UU KPK.

“Presiden yang terpilih dua periode tentu mendapatkan tempat tersendiri di mata rakyat. Artinya keputusan apapun pasti dengan pertimbangan pengalamannya. Hanya saja dalam penanganan aksi mahasiswa, semua pihak baik demonstran dan pihak aparat keamanan sama-sama mengedepankan budaya kesantunan,” katanya menegaskan.

#Gerakan   #demo   #unras   #dpr   #empat   #agenda