Korban Demo Ricuh di DPR, Maspupah Tak Terima Yadi Tewas Karena Dipukuli Polisi

Harian Terbit
Korban Demo Ricuh di DPR, Maspupah Tak Terima Yadi Tewas Karena Dipukuli Polisi
Maspupah, ibu dari Maulana Suryadi alias Yadi

Maspupah, Ibu dari Maulana Suryadi alias Yadi yang merupakan korban meninggal dunia dalam demo pelajar yang berakhir ricuh menceritakan sosok Yadi yang menjadi tulang punggung keluarga.

"Dia memang lagi badung-badungnya. Cuma dia anak yang penurut sama orang tua. Mau bantu orang tua, tidak pernah ngebantah," kata Maspupah menceritakan sosok Yadi  saat ditemui di Pasar Tanah Abang blok F, Jakarta Pusat, Jumat (4/10/2019).

Maspupah tidak menyangka anaknya sudah tiada, meski demikian ia mengaku sudah ikhlas dengan kepergian Yadi.

"Saya ikhlas, anak saya sudah tidak ada. Tapi saya tidak terima kalau misalnya dia meninggal karena dipukuli polisi saya ga terima dunia akhirat, tapi kalau anak saya meninggal karena dari Allah, saya ikhlas," kata Maspupah.

Maspupah juga menceritakan, Yadi sempat meminta maaf seraya mencium tangan ibunya sebelum pergi ke daerah tempat terjadinya demo berlangsung. "Yadi bilang maafin Yadi ya bu, terus dia cium tangan lagi," kata Maspupah, eperti dilansir Antara.

Dirinya pun sudah mengingatkan Yadi untuk tidak melihat demonstrasi yang dilakukan oleh pelajar- pelajar itu. Namun Yadi tetap pergi bersama temannya Aldo.

Hingga hari Kamis (26/9) Maspupah dihampiri oleh delapan orang polisi yang menyampaikan turut berdukacita karena Yadi ditemukan meninggal dunia saat demo ricuh terjadi.

Setelah kepergian Yadi Maspupah berharap tanggungan keluarga yang ditinggalkan Yadi dapat ditopang oleh pihak yang bertanggung jawab atas kepergian anaknya itu.

Sebelumnya, Yadi diketahui menjadi salah satu korban yang meninggal dunia akibat demo yang berakhir ricuh.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menegaskan pedemo yang tewas itu bukan dari kalangan pelajar dan mahasiswa namun kelompok perusuh.

Kapolri juga membantah penyebab kematian korban bukan karena tindakan represif dari aparat yang menangani aksi massa rusuh.