Aktivis: Gara-gara Penjarakan Koruptor, Novel dan KPK Terus Diserang

Safari
Aktivis: Gara-gara Penjarakan Koruptor, Novel dan KPK Terus Diserang

Jakarta, Hanter - Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman meyakini berita yang lansir media online dengan judul 'Novel dituding terima indekos dari koruptor, pansus akan cek lokasi' adalah hoaks alias berita bohong untuk menyerang kredibilas Novel Baswedan secara personal dan KPK sebagai lembaga yang concern memberantas korupsi. Apalagi berita online yang diviralkan tersebut merupakan berita tahun 2017.

"Berita itu kan sudah lama, 2017 dan nyatanya Pansus DPR saat itu tidak menemukan bukti apapun dan Pansus karena malu kemudian tidak bersuara lagi tentang isu indekos 50 kamar. Mestinya Pansus saat itu minta maaf dan masih beruntung tidak dituntut oleh Novel," ujar Boyamin kepada Harian Terbit, Jumat (4/10/2019).

Boyamin menilai Novel dan KPK banyak diserang karena saat ini banyak pihak yang tidak nyaman dengan keberadaan Novel dan KPK. Oleh karena itu isu lama yang tidak ada bukti juga masih digoreng sekedar untuk bahan serangan. Dia meminta mereka yang tidak suka dengan Novel dan KPK untuk berhenti membuat serangan yang tidak bermutu. 

Tidak Yakin

Hal sama disampaikan Direktur Eksekutif Government Watch (Gowa) Andi Saputra,yang  juga tidak yakin dengan tuduhan Novel terima indekos dari koruptor. Karena hingga saat ini belum ada benang merah yang bisa membuktikan kaitan antara bisnis Ali Hidung dengan Novel. Apalagi berita tersebut dibuat ketika KPK tengah memeriksa Muchtar Efendi selaku Tersangka. Pansus KPK yang dibentuk DPR saat itu juga tidak mampu membuktikan kebenaran berita itu.

"Seandainya rumor itu mampu dikuak oleh Pansus maka Novel dapat langsung dinonjobkan. Selain itu pula, ketika rumor itu beredar, Komite Etik KPK juga sudah bergerak mencari kebenaran atas berita itu," tandasnya.

Andi menilai, berita yang memojokkan Novel sengaja dibuat dan disebar untuk menyudutkan KPK dan memberi citra buruk bagi Novel, selaku penyidik KPK yang menangani kasus korupsi kelas kakap. Andi mengaku tidak bisa mempercayai berita yang dilansir oleh media online yang belum terpercaya. 

"Apalagi peristiwa keterlibatan Novel hanya berdasarkan pada dugaan pengamanan bisnis yang tak ada kaitannya dengan KPK," paparnya. 

Terkait berita hoaks yang menyerang Novel, Andi pun meminta bagi siapapun untuk jangan pernah menghalalkan segala cara untuk sesuatu hal yang kotor. Karena saat ini hanya KPK sebagai aset moral bangsa yang dimiliki. Oleh karena itu janganlah KPK dibunuh dengan praktik-praktik kotor.

Dalam situs berita online Senin (16/9/2019) dengan judul 'Novel Disebut 'Amankan' Bisnis Ali Hidung' viral diaplikasi WhatsApp (WA). Tulisan itu disebut-sebut mengutip informasi dari sumber di KPK.

Dalam tulisan itu disebutkan bahwa kerasnya perlawanan Novel Baswedan selama ini tak lepas dari misi tersembunyi.