DPD RI

La Nyalla Fokus sebagai Ketua DPD RI, Ogah Maju Bursa Pimpinan MPR

Hermansyah
La Nyalla Fokus sebagai Ketua DPD RI, Ogah Maju Bursa Pimpinan MPR
La Nyalla Mahmud Mattalitti

Jakarta, HanTer - Ingin fokus menjalani amanah sebagai Ketua DPD RI, La Nyalla Mattalitti mengaku enggan untuk maju meramaikan bursa calon pimpinan MPR. 

Demikian diungkapkannya usai resmi diambil sumpah oleh Ketua Mahkamah Agung M Hatta Ali dan dilantik sebagai Ketua DPD RI, pada Rabu (02/09/2019) dini hari.

Untuk mekanisme keterwakilan unsur DPD dalam pimpinan MPR, La Nyalla menyerahkan sepenuhnya kepada forum anggota. Namun begitu, ia juga mengaku tak tahu menahu siapa nantinya yang bakal mewakili DPD di pimpinan MPR.

"Saya serahkan ke forum saja. Belum tahu saya. Tadi kan harusnya milih ketua kelompok ya saya tunda dulu karena kita semua capek," kata La Nyalla di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

La Nyalla juga memastikan kembali bahwa dirinya tak akan latah ikut mengajukan diri menjadi salah satu dari 10 pimpinan MPR. "Oh enggak, saya tidak, saya taat aturan," tandasnya.

Sebelumnya, La Nyalla Mattalitti terpilih menjadi Ketua Dewan Perwakilan Daerah ( DPD) RI masa jabatan 2019-2024. La Nyalla terpilih melalui mekanisme voting 134 anggota DPD yang hadir dalam rapat paripurna ketiga dengan agenda pemilihan Ketua DPD RI. 

Nama La Nyalla keluar sebagai pemegang suara terbanyak dibanding tiga pesaingnya, yaitu Sultan Bachtiar, Mahyudin, dan Nono Sampono. La Nyalla meraih suara 47, lalu Nono Sampono 40, Mahyudin 28 dan Sultan Bachtiar mendapat 18 suara.

Mereka yang tidak terpilih sebagai ketua, otomatis menjabat sebagai Wakil Ketua DPD. "Pimpinan terpilih yang memperoleh suara terbanyak pertama diterapkan sebagai ketua terpilih," kata pimpinan sidang Jialyka Maharani dalam rapat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/10/2019). 

Pemilihan Ketua DPD sendiri berjalan cukup alot dan memakan waktu selama lebih dari tiga jam. Awalnya, dipilih satu nama calon ketua dari empat sub wilayah, yaitu sub wilayah Barat I dan II serta sub wilayah Timur I dan II. Sultan Bahtiar mewakili sub wilayah Barat I, sedangkan La Nyalla mewakili sub wilayah Barat II. Mahyudin mewakili sub wilayah Timur I, dan Nono Sampono wakil sub wilayah Timur II.

Keempat kandidat itu lantas menyampaikan visi-misinya sebagai calon Ketua DPD di hadapan seluruh anggota DPD yang hadir. Setelahnya, keempat kandidat melakukan musyawarah untuk menentukan satu orang ketua. 

Namun, musyawarah itu tidak mencapai mufakat. Oleh karenanya, diputuskan pemilihan ketua ditempuh melalui voting. Voting dilakukan secara manual menggunakan surat suara yang kemudian diberi tanda pilih dan dimasukkan ke kotak suara. Surat suara kemudian dihitung secara manual, dan tercatat nama La Nyalla yang juga mantan Ketua PSSI, mendapat perolehan suara terbanyak.

#LaNyalla   #DPD   #MPR