Waspada, Ancaman Komunis Itu Nyata Bukan Cerita Fiksi

sammy
Waspada, Ancaman Komunis Itu Nyata Bukan Cerita Fiksi

Jakarta, HanTer - Pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menyebut momentum peringatan Hari Kesaktian Pancasila mengingatkan bahwa ancaman hendak mengganti ideologi negara Pancasila menjadi negara komunis dinilai bukan cerita fiksi. Melainkan sebuah kenyataan.

Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komarudin, menilai, ideologi komunis tidak cocok diterapkan di Indonesia. Terlebih, Ketetapan (TAP) MPRS Nomor 25 Tahun 1966 tentang Pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI) masih berlaku.

Sehingga, lanjut dia, segala hal yang berbau paham komunis merupakan hal terlarang. "PKI dalam konteks Indonesia sudah tidak bisa lagi. Tidak mungkin orang mau sama rata sama rasa. Misalkan dosen dengan buruh penghasilannya sama, nggak mungkin. Ideologi yang dianut PKI sudah tidak cocok dengan kondisi Indonesia sekarang," kata Ujang di Jakarta, Selasa (1/10/2019).

Dirinya menyontohkan, negara Tiongkok yang notabenya menganut komunisme tidak menerapkan ideologi tersebut secara konsisten. Mengingat, saat ini mazhab ekonomi negara Tiongkok sudah liberal.

"Makanya di China pun yang sesungguhnya komunis, konsep ekonominya liberal dengan perdagangan bebas. Artinya negaranya otoriter tapi konsep ekonominya pasar bebas," jelas Ujang.

Untuk diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menyebut momentum peringatan Hari Kesaktian Pancasila mengingatkan bahwa ancaman hendak mengganti ideologi negara Pancasila menjadi negara komunis bukan cerita fiksi. Melainkan sebuah kenyataan.

"Ketika kita memperingati hari kesaktian Pancasila ini mengingatkan kita bahwa ancaman penggantian ideologi Pancasila dengan komunis itu nyata. Itu bukan fiksi, tapi itu adalah kenyataan, dan itu sudah berulang kali," kata Anies usai menjadi inspektur upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun 2019 di Lapangan Silang Monas Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (1/10/2019).

Momentum peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini, kata dia, menjadi alarm bagi warga negara Idonesia untuk selalu waspada, dan memperhatikan tanda-tanda serta kemungkinan adanya usaha yang ingin menjatuhkan Pancasila.

"Karena itu peringatan ini juga harus mengingatkan kita untuk selalu waspada, selalu memperhatikan tanda-tanda kemungkinan untuk ada usaha-usaha penggantian seperti itu," ujarnya.