Relawan Jokowi Apresiasi DPR yang Akomodir Suara Mahasiswa

Danial
Relawan Jokowi Apresiasi DPR yang Akomodir Suara Mahasiswa
Relawan Jokowi, C. Suhadi

Jakarta, HanTer - Relawan Jokowi mengapresiasi keputusan yang diambil anggota DPR di akhir masa jabatannya, di gedung DPR, Jakarta, Senin (30/9/2019). Dalam rapat Paripurna akhir masa bhakti DPR RI 2014-2019 tersebut, tidak mengagendakan pengesahan RUU. DPR pun menyepakati penundaan dan akan melanjutkan pembahasan (carry over) lima RUU untuk periode selanjutnya.

Kelima RUU yang disepakati untuk ditunda adalah RUU KUHP, RUU Pertanahan, RUU Mineral dan Batu Bara (Minerba), RUU Perkoperasian, serta RUU Pengawasan Obat dan Makanan.

"Kita senang karena tuntutan mahasiswa terhadap penolakan atau penundaan RUU KUHP dibawa ke paripurna dan menyatakan 5 RUU akan  dilanjutkan pembahasannya pada Anggota DPR RI periode 2019-2024," kata Relawan Jokowi, C. Suhadi kepada wartawan di Jakarta, menanggapi nasib 5 RUU yang dilanjutkan pembahasannya pada DPR periode berikutnya.

DPR, imbuhnya, sebagai kepanjangan tangan rakyat Indonesia sudah menjalankan fungsi tugasnya secara baik dan ia mengucapkan selamat kepada semua anggota dewan baik yang terpilih maupun yang tidak terpilih lagi atas segala bentuk kerjasamanya yang baik "Karena ujung dari persoalan ini minimal  meringankan kerja Presiden Jokowi yang sebentar lagi akan berakhir masa tugasnya dan akan menjalani tugas keduanya (Presiden Terpilih 2019 - 2024) bebannya akan berkurang," paparnya.

Buat anggota DPR yang baru, Suhadi berharap, semoga bisa melihat secara cermat apakah RUU yang sedang dibahas benar-benar memenuhi rasa keadilan masyarakat. "Janga lupa libatkan para pihak yang berkepentingan para pendemo dan masyarakat secara luas supaya meminimalisir penolakan," saran Suhadi.

Menurut Ketua DPR Bambang Soesatyo,  penundaan RUU tersebut juga terkait dengan beragam protes dan situasi terkini. Seluruh fraksi di DPR pun menyepakti untuk melanjutkan pembahasan (carry over) lima RUU itu, karena telah melewati proses yang panjang.