MPR Minta Jokowi Hadir Selesaikan Kerusuhan Wamena

Safari
MPR Minta Jokowi Hadir Selesaikan Kerusuhan Wamena
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nur Wahid

Jakarta, HanTer - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nur Wahid (HNW) meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) hadir untuk mengatasi kerusuhan di Wamena, Papua. Saat ini dampak kerusuhan telah merenggut korban puluhan jiwa melayang dan ratusan luka - luka. Kerusuhan Wamena juga membuat sejumlah gedung pemerintah dan swasta terbakar.

"Padahal beliau (Jokowi) selalu menyebut sangat dekat dengan Papua dan berikan janji beberapa kali. Tapi sebelum dilantik menjadi Presiden untuk kedua kalinya sudah ada dua peristiwa yang sangat mengerikan terjadi di Papua," ujar HNW di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/9/2019).

Menurut HNW, dengan adanya kerusuhan di Wamena, Papua, maka diharapkan pemerintah hadir untuk memberikan pengayoman dan rasa aman bagi seluruh warga baik yang asli Papua maupun pendatang. Karena saat ini telah terjadi eksodus atau keluarnya warga dari Wamena, Papua, akibat aksi mengerikan seperti pembunuhan dan pembakaran gedung dan fasilitas umum lainnya. Aksi kekerasan tersebut tidak memandang anak - anak, perempuan dan orang tua yang sudah renta.

"Jika ini (kerusuhan Wamena) tidak segera diatasi maka bisa menghadirkan sentimen atau konflik horizontal antar suku dan sesama," tandasnya. 

HNW pun meminta kerusuhan di Wamena sebagai teguran yang sangat keras untuk mengembalikan komitmen bersama menjaga NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Oleh karena itu harus segera ditemukan akar masalah kerusuhan Wamena untuk segera diselesaikan. Selain itu bagi siapapun yang melakukan kejahatan kemanusiaan seperti membunuh, membakar dan merusak gedung-gedung kantor pemerintahan atau swasta harus ditangkap diberikan sanksi hukum yang sekeras-kerasnya.

"Tapi (hukuman) untuk yang betul betul yang melakukan kejahatan. Jangan nanti yang dilakukan malah mencari  kambing hitam. Jadi kita tidak ingin ada kambing hitam. Hukum harus betul-betul ditegakkan supaya menghadirkan warwah atau wibawa negara," paparnya.

HNW menegaskan, sebelum Jokowi dilantik untuk periode kedua sebagai Presiden harus bisa menyelesaikan tragedi kemanusiaan di Wamena. Sehingga tidak ada lagi warga yang harus eksodus dari Papua untuk menyelamatkan diri, keluarga dan harta yang dimilikinya.  

Terkait siapa yang bermain atau menjadi dalang di kerusuhan Wamena, HNW menyebut, kerusuhan Wemena tidak lepas dari peran serta Benny Wenda. Apalagi Benny mengklaim sebagai tokoh perjuangan Papua Merdeka. Bahkan Benny yang kini bermukim di Oxford Inggris juga membuat petisi terkait kemerdekaan Papua. Apalagi kerusuhan di Wamena juga berbarengan dengan sidang HAM di PBB, Amerika Serikat.

"Walaupun secara fisik Benny Wenda diusir dari sidang PBB, tapi pemikiran atau ide - ide Benny Wenda bisa disebarkan melalui berbagai media," paparnya.