Harapan Warga Kepada Anggota DPR 2019-2024: Hindari Korupsi, Jangan Asbun dan Suka Bolos

Harian Terbit/Safari
Harapan Warga Kepada Anggota DPR 2019-2024: Hindari Korupsi, Jangan Asbun dan Suka Bolos

Sebanyak 575 anggota DPR RI dan 136 anggota DPD RI periode 2019-2024 akan dilantik 1 Oktober 2019. Banyak kalangan berharap wakil rakyat 2019-2024 mampu menjalankan fungsi pengawasan dengan baik, menjaga moralitas. Lalu, tidak boleh malas dan jangan malu belajar agar tidak planga-plongo serta tidak asbun aliasa asal bunyi.

Berikut kutipan pendapat warga disampaikan kepada Harian Terbit, Minggu (29/9/2019),

Aminudin, Pengamat Politik:

Ttidak banyak yang bisa diharapkan dari anggota DPR 2019-2024. Karena koalisi Jokowi telah mendominasi lebih 64% anggota parlemen. Sehingga pengawasan pada pemerintah Jokowi akan semakin lumpuh. Jika demokrasi tetap ingin berjalan maka parlemen harus mengambil garis tegas menjadi oposisi bagi pemerintah Jokowi.

Arya Sandhiyudha, Ph.D, Direktur Eksekutif TIDI:

Kepercayaan rakyat pada DPR sedang dalam titik nadir. Hal ini bisa dilihat dari gelombang demo pelajar, mahasiswa, pemuda lintas batas beberapa hari kemarin se Indonesia. Terutama dalam semangat anti korupsi dan transparansi dalam mekanisme pengambilan kebijakan serta perumusan undang-undang di DPR.

Saya meminta wakil rakyat untuk menjaga moralitas. Jangan malas dan jangan malu belajar, agar tidak planga-plongo. Kalau jadi anggota DPR RI tidak bunyi dan kurang berbobot bunyinya itu juga akan kurang berfaedah untuk rakyat.

Syamsudin Alimsyah, Direktur Kopel Indonesia:

DPR 2014-2019 paling buruk dalam sejarah. Tercatat 23 anggota DPR RI yang terjerat kasus korupsi. Bahkan Ketua DPR Setya Novanto dan wakil ketua Taufiq ikut terjerat kasus. Sesuatu yang sungguh ironi. Sejatinya, DPR menjadi bagian dari aktor utama pemberantasan korupsi. Tapi yang terjadi berselingkuh dalam kasus korupsi.

Bayu Dana'atmadja, Karyawan Swasta:

Anggota DPR 2019 - 2024 harus lebih banyak mendengar aspirasi masyarakat, banyak turun ke lapangan dan berani melawan kebijakan yang tidak populis. Walau anggota DPR berasal dari partai tertentu namun harus berani melawan kebijakan partai jika sudah bersentuhan dengan keinginan rakyat. Misal partai setuju revisi UU KPK tapi publik menolak maka DPR harus ikuti kemauan publik. Saya berharap DPR 2019-2019 tidak ada lagi  yang terjerat kasus korupsi, selingkuh dan tidak hanya duduk, diam, dapat duit dan tidur.  

Netty Komalasari, Ibu Rumah Tangga: 

Saya berharap anggota DPR harus amanah, cerdas, intelektual dan berwibawa agar bisa mensejahterakan rakyat. Kami tidak utuh janji tapi butuh kepastian.

Ashwin Fahrizal Akbar, Mahasiswa:  

Anggota DPR 2019 - 2024 agar lebih mengayomi, lebih memperhatikan dan mendengarkan aspirasi dan keluh kesah rakyat. Karena bagai manapun anggota DPR berkerja mewakili semua rakyat. Lepas semua kepentingan pribadi.

Egy Devina, Karyawati Swasta: 

Saya berharap anggota DPR 2019 - 2024 bisa membuat semua harga kebutuhan pokok terjangkau rakyat kecil, terutama yang tidak mempunyai penghasilan tetap. Jangan banyak bebani rakyat, jangan sampai setelah dilantik membuat aturan yang lebih memberatkan rakyat. Agar anggota DPR tidak korupsi, tidak selingkuh dan tidak hanya duduk, diam dapat duit dan tidur maka harus benar-benar amanah.  Karena anggota DPR terpilih dan mewakili suara rakyat.

Niko, Eks Aktivis KB-UI '98:

Wakil rakyat mesti menyuarakan suara rakyat dan menjalankan tugas dan tanggung jawab amanah yang sudah dipercayakan oleh rakyat. Patut dicatat, situasi krisis budaya akhir akhir ini. Seperti, terpaan bencana alam, gempa, banjir, kebakaran hutan dan sekarang ini demo mahasiswa dan pelajar tak pelak turut memakan korban pula.

Wakil rakyat juga harus menjalankan tugasnya sesuai dengan apa yang pernah dia dengungkan pas kampanye. Idealisme  jangan sampai tergoda nafsu duniawi semata.

Dewi, Ibu Rumah Tangga: 

Wakil rakyat 2019-2024 harus bisa membuat damai Indonesia.  Juga harus bisa membuat harga kebutuhan pokok terjangkau dan pro rakyat. Oleh karena itu ketika membuat Undang - undang harus masuk akal. Kalau ada anggota DPR yang korupsi, selingkuh dan hanya duuduk, diam dapat duit dan tidur maka pecat saja. Mereka yang korupsi dimiskina dan penjarakan seumur hidup.