Polisi Tidak Profesional, Gebuk Mahasiswa Kayak Maling

Alee
Polisi Tidak Profesional, Gebuk Mahasiswa Kayak Maling
Rizal Ramli. (Ist)

Jakarta, HanTer - Aksi represif polisi terhadap demonstran tak hanya terjadi di Jakarta, juga di kota lain. Salah satunya di Medan dan Makassar pada Selasa (24/9). Tak hanya demonstran, aksi represif petugas pun dialami wartawan seperti di Makassar dan Jakarta. Sejumlah mahasiswa mengalami luka-luka karena dipukuli polisi secara membabi buta.

Dalam akun twitternya, tokoh nasional DR Rizal Ramli menceritakan ketika kami semua kabinet Gus Dur menghapuskan Dwi Fungsi ABRI, pisahkan TNI dari Polri, Presiden Gus Dur menyampaikan impiannya kepada Rizal Ramli supaya Polri bagaikan Polisi Inggris yang berwibawa, pengayom rakyat, dan Kabareskrimnya bagai Scotland Yard, profesional. Disi kok sebaliknya terjadi.

Dalam akunnya (@RamliRizal) disebutkan,  protes di Hongkong sudah 5 bulan, keras tapi tidak ada korban. Polisi Hongkong profesional. Di Indonesia, banyak korban, polisi tidak profesional, brutal, pukul mahasiswa kaya maling. Mas @Tito kok budget segitu besar hasilnya begini?

“Apa budget Polri yang besar itu tidak digunakan untuk meningkatkan profesional dan displin polisi. Mas Tito cerdas, satu satunya Kapolri bergelar doktor, tolong tunjukkan Polri lebih baik,” ujar Rizal di akun twitternya, Kamis (26/9/2019).

Ada Sanksi

Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko memastikan anggota Polri yang represif memukuli demonstran mahasiswa dan mengintimidasi wartawan saat meliput aksi tolak RKUHP, revisi UU KPK, dan RUU lainnya, akan ada sanksi. Selain itu, sambung Moeldoko, Polri pun akan melakukan evaluasi terhadap para anggotanya dalam penanggulangan aksi massa.

"Pasti (ada sanksi) Yang pertama pasti di evaluasi. Pasti di evaluasi. Yang kedua, pasti anak-anak di lapangan yang melakukan tindakan-tindakan yang tidak proporsional (mendapatkan sanksi)," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (25/9).

Moeldoko mengungkapkan bahwa Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pun telah meminta aparat kepolisian maupun TNI bertindak proporsional dan profesional dalam menangani aksi mahasiswa yang dilakukan di sejumlah daerah, termasuk di Gedung DPR/MPR, Jakarta.

"Proporsional adalah terukur, profesional adalah bagaimana prajurit itu bisa melaksanakan tahapan-tahapan sesuai dengan SOP," ujar mantan Panglima TNI tersebut.