Pelaku Pembakaran Lahan dan Hutan Capai 230 Tersangka

Danial
Pelaku Pembakaran Lahan dan Hutan Capai 230 Tersangka
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo

Jakarta, HanTer - Sebanyak 230 orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), dimana jumlah tersebut bertambah dari sebelumnya sebanyak 218 tersangka.

"Sebagian besar kasus tersebut dinaikkan jadi penyidikan," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (18/9/2019).

Dedi menjelaskan, rincian para tersangka itu adalah di Riau sebanyak 47 tersangka, Sumatera Selatan 27 tersangka, Jambi 14 orang tersangka, Kalimantan Selatan dua tersangka, Kalimantan Tengah 66 tersangka, Kalimantan Barat 62 tersangka, dan Kalimantan Timur 12 tersangka.

Kemudian untuk tersangka korporasi, lanjut Dedi belum ada perubahan, masih lima, yakni PT SSS di Riau, PT Bumi Hijau Lestari di Sumatera Selatan, PT Palmindo Gemilang Kencana di Kalimantan Tengah, dan PT SAP dan Sizu di Kalimantan Barat.

Berdasarkan perintah Kapolri Jenderal Tito Karnavian, beber Dedi, pemantauan lahan tersebut akan dilakukan hingga tahun depan. Jika lahan kedapatan menjadi perkebunan, tegasnya, polisi akan menindaklanjutinya.

"99 persen penyebab Karhutla adalah ulah manusia. Kemudian 80 persen terbakar wilayah hutan maupun kebun yang tidak ada sawitnya dan tanaman industrinya," ungkapnya.

Dedi menambahkan, saat ini Karhutla dan asapnya masih mengganggu sejumlah wilayah di Sumatra dan Kalimantan. Di Provinsi Riau telah ditetapkan siaga darurat, dan ditegaskan kembali Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat memimpin Rapat Terbatas di Pekanbaru pada Senin (16/9/2019) malam.

Selain Riau, pemerintah kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah telah menetapkan darurat karhutla selama 15 hari lewat Surat Keputusan (SK) Wali Kota Palangka Raya Nomor 188.45/435/2019. Plt Kepala BPBD Kota Palangka Raya, Supriyanto mengatakan status tanggap darurat karhutla terhitung mulai tanggal 16-30 September.

Pemkot Palangka Raya akan melengkapi 15 indikator yang harus segera dibentuk saat status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan ditetapkan. Saat ini pun dalam rangka menanggulangi dampak buruk kabut asap terhadap kesehatan masyarakat, Dinas Kesehatan Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah itu pun telah mendirikan 12 ruang oksigen yang akan menampung para korban Karhutla