37 Penerbangan Dibatalkan

Waspada, Asap Kebakaran Jadi Pembunuh Potensial

Harian Terbit/Alee
Waspada, Asap Kebakaran Jadi Pembunuh Potensial
Asap Karhutla mengganggu penerbangan

Jakarta, HanTer - Kabut asap akibat  kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus menyebar di sejumlah daerah. Tak hanya merusak kesehatan, asap juga sudah mengganggu penerbangan. Dilaporkan, sebanyak 37 penerbangan baik keberangkatan maupun kedatangan di Bandara Internasional Supadio Pontianak, Minggu (15/9), mengalami pembatalan akibat kabut asap yang pekat sehingga jarak pandang di bawah batas aman penerbangan.

Kabut asap harus ada tindakan nyata yang dilakukan untuk mencegahnya.
mengakibatkan kabut asap. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan asap karhutl adalah pembunuh yang tidak bisa diketahui secara langsung sehingga memerlukan upaya lintas pihak untuk menanggulangi itu.

“Membiarkan asap adalah membiarkan kerusakan generasi yang akan datang, Jika tidak bisa mengatasi asap karhutla maka manusia menjadi pembunuh potensial,” kata Doni dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu.

Boleh jadi nanti kalau anda sekalian bisa menanggulangi karhutla maka semuanya bisa jadi pahlawan kemanusiaan. Jika tidak bisa, kita adalah pembunuh potensial, katanya.

Doni mengemukakan karhutla sebagian besar disebabkan oleh ulah manusia. Dari beberapa kali kunjungan di Riau, Doni mendapatkan laporan bahwa 80 persen karhutla itu berubah menjadi perkebunan, seperti yang terjadi di Kabupaten Pelalawan.

Kita ketahui bahwa 80 persen karhutla di Pelalawan berubah menjadi kebun. Saya catat, saya ingat itu, ungkapan Pak Bupati Pelalawan, ujar dia.

Dalam hal itu, Doni juga meminta agar pemerintah daerah tidak hanya bermain kata-kata saja namun juga harus ada tindakan yang nyata. Mengingat sebelumnya Doni mendengar slogan "Riau Tanpa Asap," tapi hal itu berbanding terbalik dengan kenyataannya.

Saya tidak ingin hanya slogan-slogan. Dulu saya senang dengan pernyataan 'Riau Tanpa Asap'. Tapi apa, hari ini Riau penuh asap, katanya.

Penerbangan

Maskapai Nasional Garuda Indonesia, Minggu, (15/9), membatalkan sedikitnya 12 penerbangan di sejumlah rute domestik akibat dampak kabut asap yang mengakibatkan jarak pandang penerbangan terbatas.

Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia M.Ikhsan Rosan mengungkapkan bahwa keputusan membatalkan penerbangan tersebut didasarkan pertimbangan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan, khususnya dengan terbatasnya jarak pandang yang berisiko terhadap operasional penerbangan.

"Berbagai antisipasi tersebut turut berdampak terhadap sejumlah rotasi penerbangan, untuk itu kami mengimbau penumpang untuk melakukan pengecekan secara berkala jadwal penerbangan mereka," kata Ikhsan melalui keterangan tertulis di Jakarta, Minggu.