FSI Tolak Film The Santri 

Safari
FSI Tolak Film The Santri 
FSI tolak film The Santri

Jakarta, HanTer-- Sekretaris Umum DPP Front Pembela Islam (FPI) Munarman mengatakan agar tidak menjadikan polemik film The Santri yang diinisiasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan disutradarai Livi Zheng. Karena jika terus mempermasalahkannya maka film tersebut akan menjadi laris untuk ditonton. 

Oleh karena itu, kata Munarman, lebih baik memperkuat iman agar tidak terpengaruh dengan pihak-pihak yang menyebarkan film The Santri. "Malah bikin film itu jadi laku, kalau dijadikan polemik," ujar Munarman kepada Harian Terbit, Minggu (15/9/2019).

Munarman pun mengirimkan poster yang menolak beredarnya film tersebut. Dari poster yang dikirim Munarman bergambar wasiat KH Luthfi Basori dengan tulisan, “Para santri dan jamaah yang mengaji kepada saya, dimana saja berada. Mohon kalian jangan menonton film The Santri (2019), Karena film ini tidak mendidik, cenderung liberal, ada akting pacaran, campuraduk laki perempuan.  Dan membawa tumpeng ke gereja. Jelas sekali adegan ini melanggar syariat, bukan tradisi pesantren Aswaja.

Luthfi merupakan pengasuh Pesantren Ribath Al Murtadla Al Islami Singosari, Malang, Jawa Timur.Luthfi meminta kepada para santri dan jamaahnya agar tidak menonoton film The Santri yang akan tayang pada Oktober mendatang.

Dia menyampaikan imbauan itu lantaran menilai film The Santri tidak sesuai dengan syariat Islam serta tidak mengandung tradisi pesantren ahlussunah wal jamaah.

"Karena film ini tidak mendidik. Cenderung liberal. Ada akting pacaran, campur aduk laki perempuan dan membawa tumpeng ke gereja," tutur Luthfi.

Ditolak

Penolakan film The Santri juga dilakukan oleh menantu Imam Besar FPI Rizieq Shihab, Hanif Alathas menyatakan sikap untuk menolak penayangan film The Santri yang diinisiasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan disutradarai Livi Zheng. Hanif sendiri merupakan Ketua Umum Front Santri Indonesia (FSI).

Penolakan Hanif tercantum dalam poster yang diterima Harian Terbit.com, Minggu (15/9/2019). Juru Bicara FPI yang juga Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif telah mengonfirmasi bahwa FSI dan Hanif memang menolak penayangan film The Santri.

"Front Santri Indonesia menolak film The Santri karena tidak mencerminkan akhlak dan tradisi santri yang sebenarnya," tutur Hanif.

Diketahui, film The Santri sedianya bakal ditayangkan di bioskop pada awal Oktober mendatang. Menurut laman nu.or.id, The Santri merupakan film yang diinisasi PBNU melalui NU Channel yang bekerja sama dengan sutradara Livi Zheng dan Ken Zheng serta Penata musik Purwacaraka.

Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj menjadi executive producers. Wakil Sekjen PBNU Imam Pituduh juga mengemban jabatan serupa. Harian Terbit sudah berupaya menghubungi Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini dan Imam Pituduh untuk meminta tanggapan atas sikap dari menantu Rizieq Shihab, Hanif Alathas. Namun yang bersangkutan belum merespons.

Mengutip laman nu.or.id, Imam Pituduh mengatakan bahwa film The Santri bakal memuat nilai-nilai santri dan tradisi pembelajaran di pondok pesantren. Sisi-sisi kemandirian, kesederhanaan serta toleransi dan kecintaan terhadap tanah air juga akan ditampilkan. Imam mengatakan film The Santri juga bisa dinikmati oleh semua kalangan usia, suku, ras, dan agama.

"Nilai-nilai tersebut adalah khazanah bangsa yang wajib dilestarikan, agar dapat diwariskan dari generasi ke generasi. Agar dunia aman, damai, adil, dan makmur serta beradab," ungkap Imam Pituduh mengutip laman nu.or.id.

The Santri mengetengahkan cerita milenial dengan bintang-bintang milenial, yang memiliki follower jutaan; dengan alur maju mundur, yang mengetengahkan kisah dan realitas sejarah dan visi masa depan," lanjutnya.