Mengaku Difitnah di Pangadilan; Tersangka Kasus Meikarta Polisikan EDS

zamzam/relass
 Mengaku  Difitnah di Pangadilan; Tersangka Kasus Meikarta Polisikan  EDS

Jakarta, HanTer - Kasus suap perizinan proyek Meikarta kian memanas. Kasus yang menjerat beberapa pelaku itu tidak hanya masalah suap menyuap, tapi sarat dengan dugaan fitnah dan pencemaran nama baik.

 

Adalah  Bartholomeus Toto (BT) telah mempolisikan Edi Dwi Soesianto (EDS) ke Polrestabes Bandung. BT menduga gara-gara keterangan EDS di persidangan, diriya telah ditetapkan tersangka oleh KPK dalam perkara suap Meikarta.

"Benar kami telah melaporkan Edi Dwi Soesianto  ke Polrestabes Bandung, pada Jumat (13/9/2019). Dasar pelaporan adalah fitnah dan pencemaran nama baik yang diduga telah dilakukan oleh Edi Dwi
Soesianto terhadap Bartholomeus Toto," ujar kuasa hukum BT, Supriyadi dalam keterangan tertulis diterima wartawan, Senin (16/9/2019).

Supriyadi menjelaskan kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik itu bermula ketika Edi Dwi Soesianto menjadi saksi persidangan Tipikor Bandung atas terdakwa Billy Sindoro dkk pada 14 Januari 2019.

"Kami juga telah menyerahkan bukti-bukti kuat kepada pihak penyidik kepolisian, bahwa pengakuan Edi
Dwi Soesianto, yang menyatakan bahwa klien kami telah mengetahui, menyetujui dan memberikan
uang sebesar Rp. 10.5 Milyar kepada Neneng Hasanah Yasin (mantan Bupati Bekasi) adalah fitnah," ujarnya

Menurutnya BT sangat dirugikan dan terpukul dirinya dijadikan tersangka KPK, nama baiknya telah
dicemarkan di publik, dan klien kami akan terus berjuang untuk mencari kebenaran dan memperoleh
keadilan.

Supriyadi menambahkan, sebetulnya mantan sekretaris direksi PT Lippo Cikarang Tbk, Melda Peni
Lestari telah  membantah bahwa dia pernah menerima uang tunai sebesar Rp. 10.5 Milyar dari
BT, dan juga membantah telah menyerahkan uang sebesar Rp. 10.5 Milyar kepada Edi
Dwi Soesianto.

“Saya tidak mengerti mengapa selama ini tidak ada pihak yang mau meneliti lebih jauh terhadap kejanggalan tuduhan kepada klien kami. Dengan melakukan Audit Forensik
keuangan terhadap PT Lippo Cikarang Tbk pembuktian sangat mudah," ujarnya.

Seperti yang telah dilansir media massa, BT telah dijadikan tersangka oleh KPK terkait dengan dugaan pemberian gratifikasi perijinan proyek Meikarta. KPK
menduga Toto memberikan gratifikasi sebesar Rp. 10.5 Milyar kepada Neneng Hasanah Yasin,
mantan Bupati Bekasi, untuk memuluskan IPPT proyek Meikarta.

#Tersangka   #Kasus   #Meikarta   #Polisikan   #EDS