Anies Ancam Akan Tutup Industri Sumbang Polusi 

Sammy
Anies Ancam Akan Tutup Industri Sumbang Polusi 
Gubernur DKI Anies Baswedan

Jakarta, HanTer - Pemerintah diharapkan serius dalam menangani persoalan polusi udara khususnya di kota-kota besar termasuk Jakarta. Salah satunya menertibkan industri yang menghasilkan kadar emisi tinggi dalam proses produksinya.

Bahkan tak tanggung-tanggung, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, mengancam akan memberi sanksi, dan akan menutup pabrik yang kualitas asapnya melebihi ambang batas baku mutu yang ditetapkan oleh Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.

Pengamat Kebijakan Publik, Trubus Rahadiansyah, mengatakan, di Jakarta, selain asap kendaraan bermotor, industri merupakan penyumbang dominan emisi yang menyebabkan polusi udara di Ibu Kota.

"Kontribusinya (polusi pabrik) cukup besar, sekitar 60 persen," ujar Trubus Rahadiansyah di Jakarta, Jumat (13/9/2019).

Menurutnya, dengan kontribusi sebesar itu, maka kebijakan perluasan ganjil-genap kendaraan atau pembatasan usia kendaran menjadi kurang signifkan manfaaatnya. Pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga harus menata keberadaan industri.

"Kebijakan selama ini seperti pemberlakuan ganjil-genap, larangan mobil usia 10 tahun ke atas, uji emisi, itu belum efektif. Karena polusi itu dipengaruhi oleh banyaknya industri, misalnya di Jakarta Timur ada industri baja yang masih mengeluarkan polusi yang luar biasa. Di Jakarta Utara juga ada. Ada sejenis home industry yang mengeluarkan polusi yang tinggi," jelas Trubus.

Bahkan jika memungkinkan, lanjut dia, industri yang ada di Jakarta dipindahkan ke daerah lain, atau setidaknya Pemprov DKI harus lebih ketat dalam mengawasi operasional industri-industri tersebut.

Sanksi Penutupan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan, siap memberi sanksi bahkan hingga penutupan bagi pabrik yang kualitas asapnya melebihi ambang batas baku mutu yang ditetapkan oleh Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.

"Salah satu bagian dari Instruksi Gubernur nomot 66 tahun 2019 semua kegiatan yang menyisakan asap itu harus ada ukurannya. Dan ukurannya harus sesuai dengan standar yang ditetapkan lingkungan hidup. Bila melanggar jangan harap melenggang tak diberi sanksi pasti akan diberi sanksi. Penutupan pun mungkin dilakukan," kata Anies di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat (13/9/2019).

Hal itu diungkapkan Anies, menyusul adanya temuan Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta mengenai 25 kegiatan industri rumahan di kawasan Jakarta Utara yang mencemari udara Jakarta yang terdiri dari 23 usaha pembakaran arang dan dua peleburan aluminium.

"Lokasi pembakaran arang dan peleburan aluminium terletak di Jalan Inspeksi Cakung Drain, Keluharan Cilincing Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Andono Warih dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (13/9/2019).

Andono menyebut, pihaknya kerap mendapat laporan dari warga sekitar ihwal adanya kegiatan usaha tersebut. Sebab, mereka melaksanakan aktivitas selama 24 jam nonstop.

"Hasil analisa didapati parameter NO2 dan H2S melebihi baku mutu. Paparan NO2 dengan kadar lima ppm selama 10 menit pada manusia menyebabkan kesulitan dalam bernapas dan H2S menyebabkan bau yang mengganggu kenyamanan lingkungan," ujarnya.

Berdasarkan hasil kajian itu, kata dia, telah disepakati antara Pemprov DKI dengan seluruh pelaku usaha yang ada di sana. Di antaranya ialah mereka berjanji akan menutup kegiatannya pada 21 September 2019 mendatang.

"Para pengusaha menyanggupi penghentian kegiatan pembakaran arang dan aluminium dan beralih profesi menjadi penyalur arang dari luar kota," katanya.

Selain itu, lanjut dia, mereka juga akan mengurangi jam kerjanya, dari yang semula 24 jam menjadi hanya 12 jam. "Mereka bersedia hanya melakukan pembakaran pukul 18:00WIB hingga 06:00WIB," kata dia.